Gubernur: Pagelaran SAF Gairahkan Silek di Sumbar

PADANG, KABAR SUMBAR – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan pagelaran Silek Art Festival (SAF) 2019 merupakan salah satu upaya dalam menggairahkan serta melestarikan silek terutama di Ranah Minang.

“SAF sebagai upaya melestarikan dan menggairahkan silek di Sumbar, sehingga generasi muda tertarik mempelajari salah satu bela diri ini,” katanya dalam pembukaan SAF di Taman Budaya Sumbar, Senin (20/8) malam.

Menurutnya SAF juga bertujuan untuk memperkaya literatur silek yang terbilang sangat kurang terpublikasikan sejak dulu.

“Dari kegiatan ini akan lahir buku khusus silek, terkait jurus silek, aliran, asal dan lainnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain melestarikan, agenda besar dari SAF adalah menjadikan silek sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda atau Intangible Cultural World Heritage oleh UNESCO.

“Insyaallah November ini ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda di Colombia,” jelasnya.

Sementara Sekjen Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini menyampaikan SAF bagian dari kegiatan Indosiana yang melestarikan kebudayaan dengan melibatkan masyarakat dan menjadi milik masyarakat.

“Tahun kedua pagelaran SAF melibatkan dan memberikan ruang kepala komunitas kesenian mengekspresikan diri serta menjadikan silek menjadi milik publik dan Inklusif,” ujarnya.

Silek Art Festival akan digelar mulai 19 hingga 31 Agustus mendatang yang diselenggatakan di lima Kabupaten kota yakni Kota Padang, Solok, Sijunjung, Payakumbuh dan Agam.

Mengangkat tema Sapakaik Mako Balega, SAF akan menggelar 11 program kegiatan diantaranya, Riset Penulisan Eksiklopedia Silek Minangkabau, riset Visual Dokumentasi Silek, Seminar Internasional tranformasi silek, pameran seni rupa.

Selanjutnya, lomba komik silek, gelanggang seni pertunjukan, pemutaran film silek serta penghargaan bagi tuo silek pada penutupan acara yang digelar di Agam tepatnya di Maninjau.

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...