Kabupaten SijunjungPemerintahSumatera Barat

Gubernur Sumbar Minta Penambang Emas Ilegal Segera Urus Izin

95
×

Gubernur Sumbar Minta Penambang Emas Ilegal Segera Urus Izin

Sebarkan artikel ini

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah responsif pemerintah daerah menyusul serangkaian kecelakaan tambang ilegal yang merenggut korban jiwa di wilayah tersebut.

Sijunjung – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung, Selasa (19/5/2026).

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah responsif pemerintah daerah menyusul serangkaian kecelakaan tambang ilegal yang merenggut korban jiwa di wilayah tersebut.

Didampingi Wakil Bupati Sijunjung serta jajaran dinas terkait, Mahyeldi mendapati praktik penambangan emas yang masih masif. Para penambang terlihat beroperasi menggunakan ratusan kotak talang di atas ponton yang tersebar di sepanjang aliran sungai.

Di hadapan para penambang, Gubernur menegaskan agar pelaku segera mengurus legalitas usaha mereka.

Pemerintah daerah telah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) guna memfasilitasi penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar aktivitas ekonomi masyarakat berjalan sesuai regulasi.

“Kalau belum punya izin, segera urus. Kami mendorong penerbitan IPR supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan sesuai aturan dan tidak membahayakan diri sendiri maupun merusak lingkungan,” tegas Mahyeldi.

Usai meninjau lokasi tambang, Mahyeldi mengunjungi lokasi longsor maut di Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (13/5/2026) lalu tersebut menewaskan sembilan penambang akibat tertimbun material longsor saat beroperasi di area ilegal.

Dalam musibah tersebut, banjir di aliran sungai sekitar lokasi juga sempat menghanyutkan puluhan peralatan tambang milik warga.

Gubernur menyempatkan diri melayat ke rumah duka salah satu korban, Madi (24), di Nagari Padang Laweh, untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.

Mahyeldi menekankan bahwa tragedi ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak.

Ia berharap masyarakat memprioritaskan keselamatan kerja dan beralih ke praktik pertambangan yang legal guna menghindari risiko fatal di masa depan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.