Hindari Kecurangan, Pansel KI Sumbar Tes Gunakan Komputer

Hindari Kecurangan, Pansel Gunakan Komputer
                                                             Sumber : Voi.id

Kabarsumbar.com- Panitia seleksi komisioner Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat (Sumbar) periode 2023-2027  memastikan bahwa  proses seleksi KI Sumbar dilakukan sesuai aturan dan bebas dari intervensi pihak manapun.

Diketahui bahwa panitia mengumumkan proses seleksi tersebut sejalan dengan akan berakhirnya masa jabatan komisioner Komisi Informasi Daerah Provinsi Sumbar periode 2019-2023.

Dikutip dari Antaranews.com, terkait adanya peluang kecurangan, Ketua Panitia Seleksi Komisioner KI Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan “Kita akan pastikan proses seleksi berjalan dengan baik. Panitia independen, tidak ada intervensi dari pihak manapun,” (21/9/22).

Ia juga menyatakan bahwa, panitia yang telah ditetapkan sejak awal telah bekerja profesional. Hal ini bertujuan untuk menghindari kecurigaan adanya titip menitip. Oleh karena itu, seluruh tim pansel sepakat melakukan ujian kompetensi menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Nilai tertera secara langsung,  tanpa adanya rekayasa.

Proses seleksi pendaftaran dimulai pada 20 September, hingga  3 Oktober 2022 pukul 23.59 WIB. Selain itu, menurutnya tiap-tiap tahap akan ada seleksi dengan sistem gugur.

Selain itu, syarat-syarat bagi calon seleksi Komisi Informasi Sumbar juga sesuai dengan Pasal 30 ayat (1) Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Seleksi yang diadakan tidak dikenakan biaya atau pungutan. Rizal juga menyampaikan bahwa setiap informasi seleksi, hanya akan disampaikan melalui website resmi Diskominfotik Sumbar. Oleh karena itu, peserta harap selalu memonitor perkembangan setiap tahapan seleksi sesuai jadwal.

Adapun panitia seleksi terdiri dari Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Jasman Rizal, Akademisi Miko Kamal, Anggota KI Pusat Arya Sandhiyudha, akademisi Sudarman dan tokoh masyarakat Hasril Chaniago.

Terkait dengan hasil Keputusan Panitia Seleksi nantinya bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.