Dharmasraya – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menemukan praktik ilegal logging dan pembukaan lahan sawit di hutan Lubuak Karak, Kecamatan Sembilan Koto.
Penemuan ini terjadi saat ia melakukan peninjauan bersama Indonesia Offroad Federation (IOF).
Annisa mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi hutan yang semakin rapuh akibat penebangan liar. Hutan ini merupakan hulu dari sungai-sungai besar, termasuk Batang Momong, yang mengaliri banyak permukiman.
“Saya sedih. Kalau hutan semakin gundul, saya membayangkan banjir bandang akan terjadi di depan mata kita,” kata Annisa saat melihat kebun sawit yang baru ditanam di tebing bukit.
Sebagai solusi, Annisa mengarahkan Wali Nagari Lubuak Karak untuk mengembangkan kopi sebagai komoditas perkebunan alternatif.
Menurutnya, kopi memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan sawit dan dapat ditanam di bawah naungan pepohonan.
“Nanti kita atur, pohon dengan diameter di atas 20 cm tidak boleh ditebang. Jadi kopi ditanam menyesuaikan struktur alami hutan yang sudah ada,” jelasnya.
Annisa menyebut Kecamatan Sembilan Koto sebagai benteng terakhir ekosistem hutan di Dharmasraya.
Wilayah ini memiliki topografi berbukit dan menjadi pusat hulu sungai.
Selama satu dekade terakhir, hutan di wilayah ini terus terancam oleh aktivitas ilegal logging dan ilegal mining.
Akibatnya, daerah ini rentan terhadap banjir bandang dan longsor setiap musim hujan.
“Jika tidak kita atasi dari sekarang, masyarakat Sembilan Koto akan menjadi korban bencana yang tidak berkesudahan,” tegasnya.
Selain mencegah bencana, pengembangan kopi juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata di daerah tersebut.
Annisa menambahkan, wilayah ini memiliki potensi besar untuk wisata minat khusus, seperti jelajah hutan dengan mobil offroad, motor trabas, hiking, memancing, dan camping.
Wali Nagari Lubuak Karak, Apri Doni, menyambut baik arahan bupati dan menyatakan kesiapan warganya untuk mengembangkan kopi.
“Kami berharap bantuan kopi bisa segera direalisasikan agar warga tidak perlu menanam sawit. Kami sedang menyiapkan kelompok tani untuk kopi,” ujarnya.
Dharmasraya dijadwalkan menerima bantuan bibit kopi dari Kementerian Pertanian untuk lahan seluas 2.000 hektare pada tahun 2026.






