Ipekos Bantu Muhammad Irfan Korban Penganiayaan

Ipekos Sumbar saat menyerahkan bantuan solidaritas.
Ipekos Sumbar saat menyerahkan bantuan solidaritas.

SOLOK, KABARSUMBAR-Ikatan Pemuda Kotobaru Solok (Ipekos) membantu Muhammad Irfan, 16, korban penganiayaan dan tindak kekerasan sekelompok remaja hingga dirawat di RSUP M. Djamil Padang.

Ipekos sebagai induk organisasi kepemudaan di nagari berpenduduk terbanyak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), langsung bergerak cepat untuk menggalang dana, guna membantu proses pengobatan korban. Hal ini demi menjaga solidaritas dan kebersamaan dikalangan pemuda menjadi komitmen bersama.

“Alhamdulillah, hanya dalam waktu empat hari, kita berhasil menggalang donasi sebesar Rp.23 Juta lebih. Ini berkat kebersamaan seluruh pengurus Ipekos dan kawan-kawan pemuda jorong dan korong yang bergerak menghimpun dana dari masyarakat,” kata ketua Ipekos Wandi Malin kepada Kabarsumbar.com.

Dana telah diserahkan sebesar sebesar Rp.15 juta untuk membantu pengobatan M. Irfan yang diterima langsung oleh orang tuanya di RS M. Jamil Padang.

Ipekos juga mengajak perwakilan pemuda jorong dan korong di nagari itu untuk bersama-sama melihat kondisi korban yang masih terbaring tak berdaya di bangsal ICU.

“Ini bentuk solidaritas kami dari pemuda. Sakit yang dirasakan Irfan juga sakit untuk seluruh pemuda di nagari Kotobaru. Hal yang sama juga akan kita lakukan untuk seluruh pemuda di Kotobaru,” katanya.

Pihaknya sekaligus menyampaikan apresiasi kekompakan pemuda setempat dalam menggalang bantuan dan masyarakat yang peduli dan memberikan donasi. Sementara sisa dari sumbangan masyarakat tersebut akan digunakan untuk membantu teman M. Irfan, yakni Yudi, 16, yang ikut menjadi korban saat kejadian itu.

“Sumbangan ini juga kita alokasikan untuk membantu salah seorang pemuda lainnya yang kini terbaring sakit di rumahnya. Semuanya nanti akan kita laporkan secara transparan,” ujarnya.

Pihaknya sekaligus meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku kekerasan dan penganiayaan, agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Kita sangat menghargai proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Kita minta petugas menindak tegas para pelaku yang terlibat penganiayaan ini,” ujarnya diamini sekum Hasnil Khaidir dan Waketum Nidya Angraeni.

Penganiayaan yang terjadi pada hari Minggu dini hari tersebut tidak lagi bisa dikategorikan sebagai kenakalan remaja lagi, namun sudah termasuk kepada kriminalitas.

Hal ini melihat kepada kondisi korban Muhammad Irfan (17) yang mengalami luka parah akibat dikeroyok oleh para pelaku dengan senjata tajam. Bahkan hingga kini kondisi korban masih memprihatinkan dan mendapat perawatan intensif di ruang ICU RSU M Jamil Padang.

“Kita tidak ingin kasus seperti ini menimpa warga lain. Mereka sudah keterlaluan, di usia yang masih remaja, sudah membuat korbannya sedemikian parah,”kata Wandi dengan nada geram.

Wali Nagari Kotobaru, Afrizal Khaidir yang turut dalam rombongan itu bersama aparat nagari setempat, turut mengapresiasi gerakan positif yang dilakukan oleh pemuda tersebut.

“Kita berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban biaya yang dihadapi oleh pihak keluarga. Jangan lihat jumlahnya, tapi lihat bagaimana solidaritas yang terbangun dengan baik,” kata Afrizal.

[fernandez]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...