Pemerintah

Pemerintah Integrasikan Layanan Digital Melalui Pendekatan Life Journey

59
×

Pemerintah Integrasikan Layanan Digital Melalui Pendekatan Life Journey

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tengah merancang transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kebijakan ini berfokus pada integrasi layanan digital yang disesuaikan dengan siklus kehidupan manusia atau life journey.

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa pendekatan human-centric menjadi fondasi utama dalam perombakan sistem ini.

Melalui layanan multikanal dan integrasi digital, pemerintah berupaya memangkas hambatan akses masyarakat terhadap layanan publik.

“Transformasi harus menghadirkan standar layanan spesifik dengan mengedepankan kacamata masyarakat atau user experience. Semakin pemerintah dekat dengan masyarakat, kualitas layanan akan semakin baik,” ujar Rini dalam Rapat Pembahasan Life Journey Pelayanan Publik di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (2/6/2026).

Rini menambahkan, efektivitas pelayanan publik sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan pemantauan berkelanjutan.

Integrasi layanan berbasis life event diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih cepat, akurat, serta mampu meringankan beban administrasi masyarakat maupun penyelenggara negara.

Senada dengan langkah tersebut, Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto menekankan pentingnya pergeseran paradigma pelayanan yang lebih proaktif dan terpersonalisasi.

Menurutnya, tuntutan era digital mengharuskan pemerintah untuk menyediakan layanan yang inklusif, humanis, dan berbasis data.

“Pelayanan publik harus lebih peka terhadap keberagaman kebutuhan masyarakat. Inklusivitas bukan hanya soal akses fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman, informasi yang mudah dipahami, serta aparatur yang memiliki empati dan kompetensi dalam melayani kelompok rentan,” jelas Purwadi.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Otok Kuswandaru menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan berbagai life event dengan mengacu pada praktik terbaik di tingkat global.

Pemetaan tersebut kemudian diselaraskan kembali dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Penggabungan siklus hidup dan peristiwa kehidupan menjadi dasar untuk merancang ekosistem layanan publik yang lebih kontekstual, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pungkas Otok.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.