Kepala BNPB Doni Monardo Lakukan Kunjungan Kerja Ke Pesisir Selatan

  • Bagikan
Kepala BNPB Doni Monardo Lakukan Kunjungan Kerja Ke Pesisir Selatan. foto : kabarsumbar.com

Pesisir Selatan – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo berkunjung ke Kabupaten Pesisir Selatan. Seluruh komponen di daerah diminta bersinergi untuk penanganan dan pengendalian Covid-19. Sebab hingga kini, peningkatan kasus Covid-19 masih terus terjadi.

Kepala BNPB, Doni Monardo saat memberikan arahan dalam kunjungannya ke Pesisir Selatan mengatakan, kita jangan sampai lengah, dan harus waspada. Pakai masker dan jaga jarak.

“Pada bulan Februari dan Maret 2021 lalu terjadi penurunan kasus positif Covid-19, namun kini peningkatan kasus Covid-19 kembali terjadi. Peningkatan kasus terjadi pada hari-hari perayaan atau libur nasional,” katanya pada Kamis, 15 April 2021.

Meski demikian, berdasarkan hasil evaluasi, pengendalian kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat termasuk relatif bagus.

“Iya, pengendalian kasus Covid-19 di Sumbar relatif bagus. Kasus aktifnya di bawah nasional. Angka kasus nasional 6,88 persen, sementara Sumbar 4, 33 persen. Kemudian, angka kesembuhan Covid-19 di Sumbar juga lebih tinggi dibanding nasional. Nasional 90 persen dan Sumbar 93 persen. Disamping itu, angka kematian lebih rendah. Untuk Nasional, 2,7 persen, sementara Sumbar 2,17 persen. Artinya secara umum relatif lebih baik,” jelasnya.

Disamping itu, saat lebaran nanti, Doni juga mengaskan agar perantau untuk tidak mudik dulu. Perantau diminta untuk lebih bersabar supaya tidak pulang kampung karena berpotensi untuk menularkan Covid-19 pada anggota keluarga yang berada di kampung.

“Nah, harus ada komitmen. Meskipun larangan mudik dimulai dari 6-17 Mei, namun mulai sekarang jangan mudik dulu. Belum tentu semuanya punya rumah sakit. Nanti dampaknya bisa ke anggota keluarga dan tenaga medis kelelahan menangani kasus Covid-19,” ulasnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah yang ikut mendampingi Kepala BNPB ke Pesisir Selatan menjelaskan, meskipun larangan mudik mulai berlaku dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, pihaknya meminta agar masyarakat tidak mudik sebelum tanggal yang ditetapkan.

“Hal ini hendaknya menjadi perhatian serius semua masyarakat perantau dalam menekan angka kasus Covid-19 di Sumbar,” katanya.

Selain itu, khusus untuk Pesisir Selatan, Mahyeldi juga memberikan apresiasi sebagai kabupaten yang paling bagus dalam penegakan Perda Provinsi Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Sementara itu, Wabup Pesisir Selatan, Rudi Hariyansyah mengatakan, penanganan Covid-19 di daerah itu telah dilaksanakan dengan maksimal. Dari data Satgas Penanganan Covid-19, hingga 15 April secara komulatif jumlah kasus positif sudah mencapai 1.432 orang, sembuh 1.312 orang dan meninggal sebanyak 42 orang.

“Kita telah membentuk Satgas Penanganan Covid-19. Kemudian, untuk 2020, kita anggarkan Penanganan Covid-19 sebesar Rp 49 miliar. Namun untuk 2021, kami mencadangkan anggaran untuk penanangan Covid-19 sekitar Rp.46 miliar lebih,” ungkapnya.

  • Bagikan