Ketua Monev KISB Berikan Peringatan, Penilaian Siap Dilaporkan ke Mendagri

Foto : Istimewa

Padang – Kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di Komisi Informasi Sumatera Barat (KISB) terus berlanjut.

Hingga saat ini, penilaian berlangsung pada tahap ketiga yaitu visitasi. Penilaian pada tahap ini bertujuan untuk menguji dokumen yang ada.

“Visitasi dilakukan untuk menguji fakta dokumen dimiliki PPID badan publik atas isian quisioner dan website resmi mereka,” Kata Ketua Monev Tanti.Endang Lestari di Padang, Selasa (16/11).

Foto : Istimewa

Tanti mengatakan, hasil Monev Badan Publik 2021 selanjutkan akan membuat laporan dan rekomendasi.

“Kita akan rekomendasikan ke atasan badan publik. Kalau Pemerintah Kota dan Kabupaten hasil penilaiannya termasuk yang tidak informatif dilaporkan ke.Mendagri cq PPID Utama Kemendagri dan bupati dan walikota bersangkutan,” ungkap Tanti memperingati.

Foto : Istimewa

Hal ini dikarenakan, UU 14 Tahun 2008 tidak UU kemarin sore saja, terlebih Mendagri punya Pemendagri 3 tahun 2017 tentang Pengelolaan Informasi Publik di Kemendagri dan Pemerintah Daerah.

“Gimana tuh kalau masih ada juga pemerintah kota dan kabupaten masih cuek aja,” ungkap Tanti.

Tanti juga mengkritik badan publik organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumbar. Dia mengatakan keikutsertaan OPD di Sumbar masih sangat kurang, malah masuk lima besar masih OPD itu ke itu saja.

“Hasil penilaian ini termasuk OPD Pemprov Sumbar tak mengembalikan quisioner kita laporkan ke Pak Gubernur dna Pak Wagub serta Ketua DPRD Sumbar, karena keterbukaan informasi di Pemprov Sumbar tidak kerja sendiri PPID Utama, tapi harus ada sinergisitas PPID Pembantu dan PPID Utama,” kata Tanti.

Foto : Istimewa

Selain itu, BUMN dan instansi vertikal KISB juga akan mengirimikan laporan ke pimpinannya di Jakarta.

“Keterbukaan Informasi Publik harus menjadi perubahan pradigma dan budaya dalam menjalankan informasi publik di badan publik. Presiden Joko Widodo tegas mengatakan kalau keterbukaan adalah keharusan,” ungkap Tanti.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.