DaerahKota Sawahlunto

Kota Tambang Batu Bara? Ini 3 Keunikan Sawahlunto

1979
×

Kota Tambang Batu Bara? Ini 3 Keunikan Sawahlunto

Sebarkan artikel ini
Foto : Kota Sawahlunto

Padang – Sawahlunto adalah kota di Provinsi Sumatera Barat, yang memiliki luas wilayah 273,45 kilometer persegi. Kota di sebelah timur laut Kota Padang ini dikelilingi oleh tiga kabupaten di Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Sijunjung.

Secara geografis, tempat ini terletak di lembah yang sempit di sepanjang pegunungan Bukit Barisan sehingga berbentuk bagaikan kuali. Sebab itu, warga sekitar sering menyebutnya sebagai Kota Kuali. Saat ini, Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua dengan multietnis, seperti Minangkabau, Jawa, Batak, Tionghoa, dan Sunda, yang hidup harmonis.

Terdapat banyak bangunan tua peninggalan Belanda, terutama berkaitan dengan fungsi kota tersebut sebagai pusat tambang batubara terbesar di Asia Tenggara. Sebagian besar wilayah di Sawahlunto bahkan ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah daerah. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang Multi Etnik yang Berbudaya.

Nah dimana uniknya Kota Sawahlunto ini, yuk simak!

1. Pernah Dianggap Kota Mati

Foto : Kota Sawahlunto

Sekitar tahun 2000, Kota Sawahlunto pernah dianggap sebagai kota mati. Hal ini dikarenakan batu bara di Sawahlunto dianggap sudah hampir habis, sedangkan perekonomian Sawahlunto nyaris seratus persen bergantung pada pertambangan batu bara. Maka, ketika produksi batu bara hampir habis, penduduk Sawahlunto hanya tersisa sekitar 20 persen.

Tak ingin menyerah pada nasib, pemerintah setempat akhirnya membanting stir dengan mengubah kota arang menjadi kota wisata. Kota Sawahlunto pun dipromosikan sebagai Heritage City, kota peninggalan kolonial Belanda yang dahulu terkenal sebagai pusat pertambangan.

2. Tambang Batu Bara Tertua di Asia Tenggara

Foto : Sawahlunto kota tambang

Sawahlunto terbilang sangat unik karena dikenal sebagai kota yang memiliki situs tambang batu bara tertua di Asia Tenggara. Tambang Batu Bara Ombilin bahkan diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Tak hanya itu, Tambang Batu Bara Ombilin ini juga menjadi tambang batu bara satu-satunya yang berada di bawah tanah. Bangunan yang mirip dengan pertambangan di Belgia ini masih memiliki beberapa peninggalan asli, seperti terowongan Mbah Soero, perumahan pekerja dan pekerja tambang (Tangsi Baru dan Tanah Lapang), pemfilteran batu bara, pabrik kereta api, kantor pemerintah, pemukiman, dan pemkot.

3. Kisah Manusia Rantai

Foto: Ilustrasi manusia rantai

Manusia Rantai menjadi salah satu sejarah kelam dalam perkembangan tambang di Sawahlunto. Sebutan Manusia Rantai ini dijuluki untuk rakyat pribumi yang menjadi budak-budak Belanda dan dipekerjakan sebagai penambang. Tugas orang-orang tersebut yaitu mengangkat barang tambang dari dalam lubang dengan kedalaman belasan meter.

Manusia Rantai bekerja siang hingga malam hari tanpa henti. Kaki mereka dirantai agar tidak bisa lari. Apabila melawan, mereka akan menerima cambukan dan berbagai macam siksaan. Akibat siksaan itu, tak sedikit dari mereka yang akhirnya jatuh sakit dan ditaruh begitu saja di dalam lubang tambang. Lubang ini disebut dengan Lubang Mbah Soero.

Sangat unik Kota Sawahlunto ini, selamat membaca.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.