Limapuluh Kota – Kunjungan wisatawan ke Lembah Harau mengalami penurunan signifikan selama libur Lebaran 1447 Hijriah. Tercatat, jumlah wisatawan yang datang hanya mencapai 19.450 orang, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 24.600 pengunjung, Rabu (1/4/2026).
Penurunan ini terjadi selama masa libur Lebaran dan libur sekolah tahun ini. Berdasarkan keterangan dari pihak terkait, berkurangnya jumlah wisatawan disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya bencana banjir yang terjadi menjelang Idulfitri serta meningkatnya pilihan destinasi wisata lain di Kabupaten Limapuluh Kota.
Sejumlah objek wisata alternatif yang kini diminati wisatawan antara lain kawasan pemandian di Batang Tabik, Kapalo Banda, hingga Lembah Mangkisi. Kehadiran destinasi wisata alam dan buatan tersebut membuat Lembah Harau tidak lagi menjadi prioritas utama bagi pengunjung.
Faktor bencana alam, khususnya banjir, dinilai memberikan dampak cukup signifikan terhadap minat kunjungan wisatawan. Kondisi ini turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk memilih lokasi wisata yang dianggap lebih aman dan nyaman.
Pemerintah daerah melalui dinas pariwisata pemuda dan olahraga Elsiwa Fajri menyatakan akan terus berupaya meningkatkan kembali jumlah kunjungan ke depan. Upaya tersebut dilakukan dengan melengkapi fasilitas serta meningkatkan sarana dan prasarana penunjang di kawasan wisata.
Dengan tren penurunan yang terjadi, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha wisata diharapkan dapat bersinergi untuk mengembalikan daya tarik Lembah Harau sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Limapuluh Kota. (Ikhlasul Ihsan)






