Ekonomi

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi di 2027

147
×

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi di 2027

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Angka tersebut diproyeksikan menjadi fondasi penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 mendatang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan target tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Fokus utama kebijakan fiskal tahun depan adalah menerapkan strategi pro-growth dan pro-welfare untuk mengakselerasi pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan dukungan investasi strategis, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan peningkatan kesejahteraan yang lebih cepat. Pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan manfaatnya secara luas oleh seluruh masyarakat,” ujar Purbaya.

Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan investasi di angka 6,5 hingga 7,5 persen, terutama pada sektor bernilai tambah tinggi. Pemerintah akan terus menempuh langkah deregulasi dan debottlenecking guna memangkas hambatan investasi, menyederhanakan perizinan, serta memperkuat kepastian hukum.

Purbaya menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga APBN agar tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan pembiayaan yang prudent di tengah dinamika global.

Optimisme pemerintah berpijak pada resiliensi ekonomi nasional yang teruji pada triwulan pertama 2026. Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara year-on-year, didukung oleh inflasi yang stabil di level 3,08 persen serta surplus neraca perdagangan yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut.

“Di tengah berbagai tantangan global, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi terjaga pada level tinggi, inflasi terkendali, sektor manufaktur kembali ekspansif, dan berbagai indikator domestik menunjukkan fondasi ekonomi kita tetap kokoh,” tambah Purbaya.

Memasuki triwulan kedua 2026, aktivitas ekonomi domestik menunjukkan tren perbaikan yang konsisten. Hal ini tercermin dari optimisme konsumen yang terjaga, peningkatan konsumsi listrik dan semen, serta aktivitas manufaktur yang tetap bergairah.

Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga kebijakan fiskal agar tetap responsif dan antisipatif terhadap ketidakpastian geopolitik. APBN akan difungsikan sebagai shock absorber sekaligus instrumen pembangunan untuk melindungi masyarakat dan mendorong transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.