Padang – Kabar gembira untuk warga Sumatera Barat! Kuota Bio Solar bersubsidi di wilayah tersebut resmi ditambah 70.000 kiloliter.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyetujui penambahan kuota ini untuk mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu belakangan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik penambahan kuota ini. Ia menyebutnya sebagai angin segar bagi masyarakat.
“Terhitung mulai awal Oktober, kuota Bio Solar Sumbar bertambah sekitar 70 ribu kiloliter,” kata Mahyeldi di Padang, Sabtu (11/10/2025).
Dengan penambahan ini, total kuota Bio Solar Sumbar menjadi 566.000 kiloliter. Jumlah ini naik sekitar 15 persen dari kuota sebelumnya yang sebesar 497.874 kiloliter.
Mahyeldi berharap tambahan kuota ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Ia juga memastikan distribusi ke SPBU akan segera kembali normal.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat bergerak cepat menindaklanjuti penambahan kuota ini.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk mempercepat penyaluran Bio Solar.
“Proses distribusi sedang berjalan, dan dalam waktu dekat pasokan akan normal kembali,” ujar Helmi.
Penambahan kuota ini menjadi kabar baik bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha transportasi yang sangat bergantung pada Bio Solar bersubsidi.
Pemerintah Provinsi Sumbar mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan BBM bersubsidi dan tidak melakukan penimbunan. Pengawasan distribusi juga akan diperketat.






