Kabupaten SolokKota SolokSosial

Lisda Hendrajoni Gelar Seminar Nasional Pengembangan Kearifan lokal

581
×

Lisda Hendrajoni Gelar Seminar Nasional Pengembangan Kearifan lokal

Sebarkan artikel ini

Solok Kota – Ditengah kesibukannya dalam melaksanakan tugas kedewanan, Lisda Hendrajoni menggelar acara Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) yang dilaksanakan di Hotel Premier syariah Kota Solok, Selasa, 14/10/2025.

Kegiatan ini dalam bentuk Seminar Nasional yang mengangkat Tajuk “Mengembangkan Kearifan Lokal Untuk Indonesia Emas 2045”

Acara ini diikuti oleh Tenaga Pendidik dan Kependidikan Madrasah dari kota dan kabupaten Solok ini juga diikuti oleh tokoh masyarakat pemerhati serta peduli pendidikan.

Sebagai pemateri, Lisda Hendrajoni Anggota DPR RI dari dapil Sumbar ini juga didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Kepala Kantor Kemenag Kota Solok serta Dra. Harlen M.Pd tokoh Bundo Kanduang Sumatera Barat. Turut hadir dalam kesempatan ini Walikota Solok Dr. Ramadhani Kirana Putra.

Acara ini dibuka oleh Rektor UIN Imam Bonjol yng diwakili Dekan Fakultas Tarbiyah Prof. Yasmadi, S.Ag. M.Pd .

Pada pembukaan acara Yasmadi menyampaikan bahwa seminar dengan tema Mengembangkan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045 merupakan bentuk kolarborasi pemerintah dan DPR dalam memajukan dan mengambangkan pendidikan khususnya pendidikan agama dan keagamaan.

“Ibu Lisda Hendrajoni Komisi VIII DPR RI yang salah satu tugasnya bidang pendidikan bekerjasama dengan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menunjuk UIN Imam Bonjol untuk menyelenggarakan seminar ini dalam rangka menyerap aspirasi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Kemenag sebagai upaya memajukan pendidikan madrasah dari segala sisi,” ujar Yasmadi.

Lebih lanjut Yasmadi menyampaikan terima kasih kepada Lisda Hendrajoni sebagai wakil rakyat yang menunjukan kepedulian tinggi pada pendidikan khususnya madrasah serta UIN Imam Bonjol melalui Fakultas Tarbiyah yang telah menjadi host acara NGOPI ini.

Lisda hendrajoni pada kesempatan itu menyampaikan bahwa inti mengembangkan kearifan lokal untuk Indonesia emas 2045, adalah Indonesia emas harus berakar pada budaya dan kearifan lokal.

Kearifan lokal adalah sumber karakter identitas dan harmoni sosial, dan modernitas harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya.

“nilai kearifan lokal tercermin dari gotong royong semangat kebersamaan musyawarah demokrasi berakar adat, ada rasa malu dan bertanggung jawab etika sosial dengan memakai kompas adat basandi sarak dan nilai mental spiritual”, tutup Lisda Hendrajoni.

Acara ini diikuti oleh 150 peserta, banyak aspirasi dari para guru madrasah di kabupaten dan kota Solok, diantaranya tentang kesejahteraan guru honorer, pembangunan ruang kelas baru serta perbaikan ruang kelas, penambahan sarana dan prasarana hingga penegerian madrasah swasta yang telah lama diajukan dan masih dalam proses.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.