LPMUKP Beri Bantuan 3 Miliar Bagi Nelayan Tiku Agam

Kepala Devisi Keuangan dan Pengelolaan Resiko LPMUKP, Kartika Rini, saat menandatangani akad kredit dengan Dirut PT. BPR Mutiara Pesisir Sri Mulyani, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Isman Imran. Foto : Istimewa
Kepala Devisi Keuangan dan Pengelolaan Resiko LPMUKP, Kartika Rini, saat menandatangani akad kredit dengan Dirut PT. BPR Mutiara Pesisir Sri Mulyani, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Isman Imran. Foto : Istimewa
Kepala Devisi Keuangan dan Pengelolaan Resiko LPMUKP, Kartika Rini, saat menandatangani akad kredit dengan Dirut PT. BPR Mutiara Pesisir Sri Mulyani, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Isman Imran. Foto : Istimewa
Kepala Divisi Keuangan dan Pengelolaan Resiko LPMUKP, Kartika Rini, saat menandatangani akad kredit dengan Dirut PT. BPR Mutiara Pesisir Sri Mulyani, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Isman Imran. Foto : Istimewa

Pemerintah Pusat melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberikan suntikan dana bergulir mencapai Rp 3 miliar terhadap masyarakat pesisir Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.

Dana ini diperuntuhkan untuk peningkatan kapasitas permodalan usaha mikro kecil dan menengah disektor kelautan dan perikanan pada daerah tersebut.

Pemberian dana itu ditandai dengan penandatanganan akad kredit antara LPMUKP dengan PT. BPR Mutiara Pesisir, Kamis (7/12/2017) di Jorong Durian Kapeh, Tiku, Agam.

Kepala Divisi Keuangan dan Pengelolaan Resiko LPMUKP, Kartika Rini menyebutkan, lembaganya memiliki tugas utama untuk memberikan layanan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir yang berpendampingan kepada para pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan.

Pihaknya menargetkan, lebih dari 85 persen pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan merupakan pelaku usaha skala mikro dan kecil.

“Upaya pendampingan kami harapkan mampu memitigasi risiko, yang terkadang sering dianggap berisiko tinggi oleh kalangan perbankan. Semoga para nelayan bisa memanfaatkan dana ini dengan sebaiknya,” kata Kartika.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Agam, Isman Imran berharap dengan adanya penyaluran kredit usaha disektor kelautan dan perikanan itu bisa memberikan solusi bagi keterbatasan modal yang dihadapi pelaku usaha perikanan di Pesisir Pantai Tiku, Kabupaten Agam.

“Semoga bantuan ini benar-benar dirasakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi 2.500 nelayan kita, sekaligus juga berpeluang bagi pelaku usaha perikanan yang berada di luar Kecamatan Tanjung Mutiara,” ujar Isman Imran.

Isman juga meminta, selain penguatan modal, penyediaan sarana prasana yang memadai, khususnya penyediaan pelabuhan perikanan sangat menentukan peningkatan ekonomi masyarakat nelayan.

Sementara itu, Direktur PT. BPR Mutiara Pesisir, Sri Mulyani sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan. “Bank BPR adalah milik masyarakat Tiku dan sekitarnya, dan tumbuh dan berkembangnya BPR tentu juga didukung oleh masyarakat Tiku khususnya, Kabupaten Agam umunya,” kata Sri.

Sri menyebutkan, total asset Bank BPR sampai akhir Oktober 2017 mencapai Rp 20,3 miliar. Sementara, kredit yang disalurkan dalam bentuk modal kerja, investasi dan konsumtif berjumlah Rp 9,8 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 17.500.

Terkait bantuan modal tersebut, Bagindo (50), salah seorang nelayan di Tiku, menyatakan pihaknya sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan permodalan bergulir, yang diberikan pemerintah untuk menambah peningkatan usaha pengolahan ikan yang ia miliki.

“Selama ini kita terkendala pada modal yang sangat minim, namun saat ini sudah ada modal dan kami akan secepatnya menggunakan dana bergulir ini,” jelasnya.

Sekedar informasi, pentandatangan kesepahaman itu juga turut disaksikan Bupati Agam, diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Isman Imran. Kegiatan tersebut juga dalam rangka Gebyar Tabungan PT. BPR Mutiara Pesisir ke-11 tahun 2017.