Padang – Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmen menuju 100% sampah terkelola melalui program nasional Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Program ini dijalankan Kementerian PUPR melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, mencakup peningkatan layanan pengelolaan sampah di kota-kota terpilih.
Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, menegaskan pentingnya membentuk budaya minim sampah yang dimulai dari kesadaran masyarakat. Hal itu disampaikan dalam lokakarya penguatan peran aktif masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah, Selasa (12/8/2025).

Sementara itu, Kepala Bidang Program Pengembangan, Komunikasi, dan Kemitraan DLH Padang, Fuad Syukri, menyebut pihaknya tengah meningkatkan kapasitas Layanan Pengangkutan Sampah (LPS), Bank Sampah, serta mitra binaan Pemko agar proses pengelolaan dari sumber berjalan efektif dan berkelanjutan.
Salah satu gerakan unggulan adalah Padang Mamilah, yang mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus mempermudah pengolahan di TPA maupun TPST yang akan dibangun.
Puncak rangkaian kegiatan diwujudkan lewat Mamilah Fest 2025 bertema “Padang Goes to Zero Waste” pada Sabtu, 16 Agustus 2025 di Taman Museum Adityawarman. Festival ini menampilkan pameran pengelolaan sampah oleh komunitas, talkshow interaktif, serta hiburan bagi pengunjung.
Acara tersebut juga menjadi momentum penandatanganan Komitmen Bersama Pemangku Kepentingan, melibatkan Pemko Padang, DPRD, BUMN/BUMD, sektor swasta, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Semua pihak sepakat memperkuat peran aktif masyarakat demi pengelolaan sampah yang lebih baik.
Ketua Tim Padang Mamilah, Ivan Firman Somantri, berharap kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat luas tentang pengelolaan sampah di rumah, sekolah, maupun tempat kerja.
“Gerakan ini menjadi langkah nyata mewujudkan Padang yang bersih, sehat, indah, dan nyaman, selaras visi Smart City dan Kota Sehat berbasis agama serta budaya,” tegasnya.






