Masyarakat Sawahlunto Dihimbau untuk Tingkatkan Penerapan Standar Protokol Kesehatan

Sawahlunto – Masyarakat Sawahlunto dihimbau untuk tidak lengah dalam penerapan standar protokol kesehatan, Hal ini karena resiko penyebaran Covid – 19 masih terus mengintai.

Jika tidak menerapan standar protokol kesehatan, maka masyarakat tidak memiliki benteng  dalam memutus rantai penyebaran Covid – 19, sehingga protokol kesehatan wajib dijalankan.

“Kita pantau di lapangan, agaknya dalam masa tatanan normal baru produktif dan aman dari Covid – 19 ini, penerapan standar protokol kesehatan kita masih agak lemah. Padahal resiko Covid – 19 tetap ada, tidak berkurang. Makanya kita ingatkan dan himbau kembali untuk kembali bersama – sama meningkatkan penerapan standar protokol kesehatan ini,” kata Walikota Deri Asta, pada Jum’at 31 Juli 2020.

Lebih lanjut Walikota menyebutkan, menyusul hasil SWAB test dimana ada tambahan 6 orang warga Sawahlunto yang terdeteksi positif Covid – 19, menunjukkan bahwa resiko penyebaran Covid – 19 di Sawahlunto kembali terbuka. Maka itu, diharapkan masyarakat tidak meremehkan resiko itu.

“Pasca adanya 1 warga kita yang terkonfirmasi sebagai pasien suspect (terindikasi) Covid – 19 karena hasil pemeriksaan SWAB test – nya itu adalah positif, ditambah lagi setelah keluarga dan tetangganya kita SWAB test juga ternyata terkonfirmasi ada 6 orang lagi yang positif hasil test – nya, maka kita tingkatkan kembali langkah – langkah pencegahan penyebaran Covid ini. Dari petugas kesehatan kita sudah turun untuk melakukan penelusuran (tracking) siapa saja yang pernah berkontak fisik dengan pasien, kemudian juga melakukan penyemprotan disinfektan pada rumah pasien tersebut,” ujar Deri Asta.

Sesuai dengan prosedur, jelas Deri Asta saat ini keluarga, tetangga sekitar dan tenaga medis yang merawat pasien suspect ini sudah dibawa ke BDTBT Sungai Durian untuk menjalani karantina.

Hal ini diketahui dari laporan Kepala Dinas Kesehatan Yasril, total 22 orang yang dikarantina di BDTBT tersebut.

Sementara itu, sesuai dengan  kesepakatan dan aturan dari pemerintah pusat, bahwa jika di suatu kota/kabupaten ada terdeteksi warga yang positif Covid – 19 atau pasien suspect, maka aktifitas pembelajaran bertatap muka diliburkan.

Sehingga mulai Selasa 28 Juli 2020 kemarin, para pelajar Sawahlunto kembali belajar secara online (daring) dari rumah.

“Memang seperti itu aturannya, ditambah lagi kebetulan anak dari pasien suspect Covid – 19 ini ternyata juga ada yang bersekolah di salah satu SLTA di Sawahlunto ini. Sehingga kita kembali meliburkan pembelajaran tatap muka di sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril.

Terkait hasil dari SWAB test dimana 1 anak pasien suspect tersebut yang ternyata hasil testnya juga positif, maka teman – teman sekelas dan guru anak bersangkutan juga akan di SWAB test.

“Jadi dari SWAB test pada keluarga pasien itu, 1 anaknya yang bersekolah di SMPN 1 Sawahlunto juga positif. Maka itu kita akan segera SWAB test juga teman – teman sekelas bersama guru – guru,” kata Asril.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...