Kabupaten Tanah Datar

Mitigasi Cepat Banjir Tanah Datar Tekan Korban Jiwa dan Dampak Kerusakan

105
×

Mitigasi Cepat Banjir Tanah Datar Tekan Korban Jiwa dan Dampak Kerusakan

Sebarkan artikel ini
Foto : RRI

Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menerapkan mitigasi cepat menekan dampak banjir dan longsor akhir November lalu. Langkah terpadu dijalankan bersama BPBD, Forkopimda, serta berbagai unsur lapangan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar, Dedi Tri Widono, menyampaikan petugas langsung turun saat kejadian berlangsung. Hal ini disampaikan pada Kamis, 4 Desember 2025, dikutip RRI.

Selain itu, petugas memberikan imbauan evakuasi kepada warga, khususnya yang bermukim di bantaran sungai.

Dari lebih 6.000 pengungsi, hanya satu korban meninggal di lokasi bencana. Sementara itu, dua korban lainnya merupakan warga Tanah Datar, namun tidak berada di lokasi kejadian.

” mitigasi mampu menekan potensi korban jiwa lebih besar. Pemkab juga membuka posko pengungsian dan mengoperasikan 19 dapur umum di wilayah terdampak,” ucapnya

Selain itu, layanan kesehatan disiagakan melalui 13 pos dengan dukungan 123 tenaga medis. Pendampingan psikososial diberikan kepada anak-anak dan lansia di kawasan pengungsian.

Seiring kondisi terkendali, sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Data terakhir mencatat jumlah pengungsi mencapai 6.080 jiwa, menurun dari 6.527 jiwa sebelumnya.

Kerusakan tercatat di 11 kecamatan dan 34 nagari di Kabupaten Tanah Datar. Batipuah Selatan, Batipuah, dan X Koto menjadi wilayah terdampak paling parah.

Sebanyak 67 rumah dilaporkan hanyut dan 131 rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, 73 rumah rusak sedang dan 195 rumah rusak ringan.

Pemkab terus mendistribusikan air bersih serta mengerahkan tenaga kebersihan ke posko pengungsian. Sementara itu, listrik dan telekomunikasi berangsur pulih dengan dukungan PLN dan genset donatur.

Perbaikan akses jalan juga dikebut menjelang berakhirnya masa tanggap darurat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat distribusi bantuan dan proses evakuasi.

Dedi berharap dukungan pemerintah pusat dan provinsi pada tahap rehabilitasi. Ia menekankan kebutuhan percepatan perbaikan jalan, jembatan, serta pembangunan rumah warga terdampak.

Di sisi lain, Kemkomdigi memastikan pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah bencana. Pemulihan dilakukan bersama operator seluler dan pemerintah daerah secara bertahap.

Kemkomdigi juga membangun posko informasi dan Media Center di tiga lokasi. Posko berfungsi sebagai pusat koordinasi, ruang kerja jurnalis, serta lokasi konferensi pers.

Di Sumbar, posko ditempatkan di Kompleks Kantor Gubernur Sumbar. Balmon turut memantau stabilitas jaringan di seluruh wilayah posko terdampak.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.