Pelaku Hipnotis Gentayangan di Pasar

  • Bagikan
ilustrasi hipnotis/Internet
ilustrasi hipnotis/Internet

Peristiwa tindak kriminal penipuan ala Hipnotis terjadi di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Kejadian ini dialami seorang wanita, Novita saat berada di Pasar Banto. Ia dihipnotis dua pemuda yang tidak ia kenal sama sekali dan menanggung resiko kerugian ratusan juta rupiah.

Trik yang dilakukan para pelaku hipnotis dengan berpura-pura menukarkan uang dollar kepada korban. Namun, transaksi tukar menukar itu dipakai para pelaku untuk mengeruk uang yang ada di mesin ATM, serta barang berharga milik korban seperti emas.

Hal itu dikatakan Kabag Ops Polres Bukittinggi, Kompol Albert Zai usai menerima laporan dari korban penipuan itu.

Berdasarkan keterangan korban kepada penyidik, jika dirinya saat itu didatangi dua orang tidak dikenal saat berada di Pasar Banto. Menanyakan angkot yang ke Pagaruyung, Tanahdatar sembari mengeluarkan beberapa lembar uang dollar. Melihat lembaran itu, korban pun terperangkap dan masuk dalam bawah alam sadar.

Baca Juga :  Seorang Pria Pencuri Kabel di PT Semen Padang Berhasil Diamankan Polsek Luki

Salah seorang pelaku lainnya menghampiri dan mengatakan, jika uang tersebut hanya dapat ditukarkan di bank. Kedua pelaku itu menuju salah satu bank bersama korban, hanya saja tidak sampai sehingga beralih ke mesin ATM.

Saat itu para pelaku melancarkan aksinya dengan mentranferkan sejumlah uang milik korban ke rekening pelaku sebesar Rp55 juta.

Warga Kubu Bawah, Kelurahan Kubu Gulai Buncah, Mandiangin Koto Salayan tetap dalam penguasaan keduanya, hingga bebas menggarap harta milik korban yang ia simpan di rumah dan langsung saja sebanyak 37 emas diboyong para pelaku tindak penipuan itu.

Korban pun ditinggal sendirian di Pasar Atas, Kota Bukittinggi.

“Korban baru sadar setelah para pelaku itu melancarkan aksinya dan meninggalkan korban di pasar atas, dengan alasan melanjutkan perjalanan. Ini sangat rawan,” ujar Albert.

Baca Juga :  Ini Barang Bukti Yang Disita Polisi Di Kamar Tempat Santri Ponpres Nurul Ikhlas Dianiaya

Dijelaskannya, pihaknya telah berhasil merekap data kasus penipuan termasuk modus hipnotis dan tengah melakukan penyidikan. Tidak hanya itu menekankan satuan kerja dan jajaran untuk memaksimalkan bertugas.

Mengimbau kepada masyarakat agar mawas diri terutama kaum hawa, yang merupakan calon korban para pelaku tindak kriminal.

“Jangan sekali sekali membiarkan diri berbincang dengan seorang asing atau orang tidak dikenal, dan jangan menggenakan perhiasan berlebihan saat berbelanja di pasar dan pastikan membawa teman saat berpergian,” imbau Albert.

Polres Bukittinggi akan mengevaluasi kerja Bhabinkamtibmas yang berada di tiap wilayah. Hal ini guna meminimalisir tindak kriminal dan memberikan pelayanan bagi masyarakat.

  • Bagikan