Pemko Solok Gelar Pesantren Kilat Bagi CPNS dan PPPK

Solok Kota – Bertempat di Mushola Balai Kota Solok. Senin (24/04).Pemerintah Kota Solok tidak saja melakukan pembekalan dan wawancara ketaatan beribadah Bagi CPNS dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Solok formasi tahun 2021, juga berikan adakan Pesantren Kilat.
Hadir dalam pembukaan pesantren Kepala BPKSDM Bitel, SH, MM dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim, SSTP, M.Si serta Narasumber Ustadz Oma Fahmi, S.Ag.
Wako dalam arahannya menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan yang menurut beliau sangatlah penting bagi peserta dalam mengawali pengabdian di Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah.
Kembali beliau mengingatkan kepada peserta bahwa Kota Solok memiliki 3 kata kunci yakni Berkah, Maju dan Sejahtera.
“Berkah itu syaratnya penduduknya beriman dan betaqwa kepada Allah, laksanakan perintah Allah dan Jauhi laranganNya. Oleh karenanya kita harus serius dan tidak main-main” ungkap Wako.
Lebih lanjut beliau jelaskan kata kunci ke dua “Maju” yang diwujudkan dengan program pembangunan, serta peningkatan estetika kota, Maju Kotanya jelas juga maju masyarakatnya.
“Sejahtera kata kunci yang ke 3, jadi kalau penduduk suatu Kota sudah beriman dan bertaqwa maka penduduknya akan sejahtera, ingin menjadikan Kota Solok sejahtera dapat kita lakukan dengan program revitalisasi pasar, pengembangan ekonomi berbasis syariah, “Sebut Wako
Sebelumnya Kepala BKPSDM Bitel melaporkan hasil pelaksanaan wawancara ketaatan beribadah bagi 80 peserta yang terdiri dari 35 orang CPNS dan 45 orang PPPK bahwa dari kriteria-kriteria :
1. Kemampuan baca tulis Al quran ; 28,57% Lancar membaca namun belum memahami kaedah tajwid, 63,09%, lancar dan memahami kaedah tajwid 8,33%.
2. Pelaksanaan Ibadah dan Pengetahuan Agama; dari hasil pelaksanaa wawancara sebagian besar peserta laki-laki belum melaksanakan sholat berjemaah dimesjid. Sedangkan untuk pengetahuan agama sebagian besar peserta mengungkapkan mendapat pendidikan agama dari sekolah formal dan MDA, namun masih sedikit yang mendapatkan pendidikan prioritas agama dirumah tangga.