EkonomiSumatera Barat

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Bakal Membaik

974
×

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Bakal Membaik

Sebarkan artikel ini
Foto : internet

Sumatera Barat – Akibat Wabah Pandemi mengakibatkan Pertumbuhan Ekonomi (PE) di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan pada kuartal II 2020 dan sekarang Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar memprediksi laju PE Sumbar akan membaik pada kuartal III 2020.

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Wahyu Purnama A, pertumbuhan di kuartal III sedikit membaik meski masih mengalami kontraksi.

“Kami melihat ada perbaikan di kuartal ketiga meski masih terjadi kontraksi. Perbaikan ini didorong kebijakan pelonggaran pembatasan kegiatan yang mendorong permintaan,” kata Wahyu pada Senin, 21 September 2020.

Pada kebijakan adaptasi kebiasaan baru yang diterapkan pemerintah ikut mendorong meningkatnya konsumsi rumah tangga dan investasi. Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Sumbar di kuartal III bakal didorong dari perbaikan sektor lapangan usaha transportasi dan pergudangan, perdagangan dan eceran, dan lapangan usaha industri.

Wahyu mengatakan pelonggaran kebijakan pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat diperkirakan akan mendongkrak kinerja lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang di kuartal II mengalami penurunan pesat.

Termasuk juga pada sektor perdagangan dan eceran kembali bergairah menyusul permintaan masyarakat yang perlahan kembali membaik.

“Juga perbaikan harga komoditas utama CPO dan karet di pasar dunia akan turun mendorong perbaikan kinerja lapangan usaha industri pengolahan,” ujarnya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga diperkirakan juga akan membaik, karena adanya program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan penyaluran Bantuan Lansung Tunai (BLT) yang disalurkan pemerintah pusat dan daerah, ikut menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, Wahyu menilai prediksi itu ikut dipengaruhi mulai membaiknya investasi, belanja pemerintah, dan kinerja ekspor menyusul mulai pulihnya harga komoditas unggulan Sumbar yakni minyak sawit  dan karet di pasar global.

Sebelumnya, Laju pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat di kuartal II mengalami kontraksi atau minus 4,91 persen, penurunan terjadi di hampir seluruh lapangan usaha akibat wabah pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Pitono mengatakan setelah pada kuartal pertama masih mencatatkan pertumbuhan 3,92 persen, pada kuartal II ekonomi Sumbar justru berbalik tumbuh negatif menjadi minus 4,91 persen.

“Tidak hanya Sumbar, wabah Covid-19 dampaknya dirasakan di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Secara nasional (ekonomi) kontraksinya 5,32 persen,” kata Pitono.

Sumbar masih cukup baik karena lebih cepat menerapkan PSBB, sehingga sektor usaha yang mengalami penurunan memang yang terkait langsung dengan PSBB, yakni perdagangan, transportasi, dan akomodasi.

Dari sisi produksi, Pitono merinci lapangan usaha sektor penyediaan akomodasi seperti hotel dan restoran mengalami penurunan paling besar yakni 33,24 persen, kemudian sektor transportasi dan pergudangan turun 29,37 persen, dan sektor pengadaan listrik dan gas turun 8,33 persen.

Disusul kemudian sektor pengadaan air turun 6,20 persen, jasa perusahaan turun 5,67 persen, kontruksi turun 5,21 persen, pertambangan dan penggalian turun 4,50 persen, administrasi pemerintahan turun 3,88 persen, dan perdagangan turun 3,32 persen.

Ekonomi Sumbar masih tertolong dengan tumbuhnya sektor informasi dan telekomunikasi yang tumbuh 11,52 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 4,21 persen, jasa pendidikan 2,23 persen, real estate 2,13 persen, dan sektor pertanian 0,55 persen.

Dari segi konsumsi, seluruh sektor mengalami penurunan, mulai dari konsumsi rumah tangga turun 4,02 persen, investasi atau PMTB turun 4,36 persen, konsumsi pemerintah 10,84 persen, ekspor 16,27 persen, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) turun 6,42 persen, dan impor turun 64 persen.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.