Perusahaan Bus NPM Rugi Miliaran Rupiah Karena Larangan Mudik

  • Bagikan
Foto: Bus AKAP NPM terparkir (Kumparan.com)

Padang – Pemerintah resmi mengeluarkan larangan mudik mulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei ini. Larangan mudik ini mengakibatkan banyak pihak mengalami kerugian, tak terkecuali perusahaan otobus asal Sumatera Barat, NPM.

Mengutip dari Kumparan.com 5 Mai 2021, Angga Vircansa Chairul, selaku pemilik dari PT Naiklah Perusahaan Minang (NPM) mengatakan, adanya larangan mudik mengakibatkan bus-bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) miliknya harus dikandangkan untuk sementara.

“Akibat kebijakan larangan mudik itu, NPM terancam mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.

Angga memaparkan jika dihitung dari sisi penghasilan perusahaan, dalam sehari perusahaan bisa meraup pemasukan bersih hingga Rp100 juta, yang artinya Rp1,2 miliar terancam hilang.

Baca Juga :  Tingkatkan Produktifitas Masyarakat, Disnakertrans Sijunjung 192 Pekerja

Walaupun mengalami kerugian besar, Angga menekankan bahwa pihaknya tetap memenuhi hak untuk karyawannya, seperti Tunjungan Hari Raya (THR) misalnya.

“Kalau THR kami tetap bayar, namanya kewajiban, tetap kami bayar,” tegas Angga.

Biasanya, NPM dapat memberangkatkan sebanyak 10 unit armada bus dalam sehari. Keberangkatan itu melalui empat pool yang ada di Padang, Bukittinggi, Pariaman dan Payakumbuh.

Seperti yang diketahui, pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik lebaran tahun ini. Kebijakan tersebut membuat para perantau harus menahan diri untuk pulang kampung.

  • Bagikan