Sungai di Padang Pariaman Kritis, HM Nurnas : Perlunya Normalisasi !

  • Bagikan
Foto : internet

Padang – Padang Pariaman punya banyak aliran sungai yang harus dilakukan perawatan dan normalisasi, hingga semestinya bisa memberikan kehidupan bagi masyarakat. Karena ada banyaknya sungai di Sumbar apalagi di Kabupaten Padang Pariaman telah masuk kategori kritis dan berbahaya.

“Jika tidak mendapatkan penanganan akan berbahaya, baik bagi daerah maupun masyarakat di sepanjang aliran sungai di Kabupatean Padang Pariaman,” ujar Anggota DPRD Sumbar asal daerah pemilihan Padang Pariaman-Pariaman HM Nurnas pada Selasa, 23 Februari 2021 di Padang.

Terdapat empat sungai yang diamatinya, yakni; Sungai Batang Sani yang butuh normalisasi dan jika tidak disegerakan bisa meruntuhkan jenbatan menjadi mobilitas masyarakat.

“Kedua, Muaro Tapakih (Tiram) yang sebelah kiri dari Ketaping menuju Ulakan, kondisinya tebing sudah banyak yang runtuh, dikuatirkan bisa menggerus bangunan masjid di sebelum jembatan Tiram itu,” ujar HM Nurnas.

Baca Juga :  E-Planning dan E-Budgetting Pemko Padang Dipelajari Pemko Banjarmasin

Sungai Batang Mangor yang normalisasinya butuh lanjutan termasuk sungai ketiga yang diungkapkannya.

“Pekerjaan normalisasinya 2011 arah perbatasan Pariaman dengan Padang Pariaman. Di situ ada sekolah, saya mengkhawatirkan akan merobohkan sekolah tersebut, bahkan daratan sudah banyak jadi sungai,” ujarnya.

Serta sungai keempat yaitu, Sungai Batang Anai yang didekat Bendungan Anai, ia mengungkapkan bahwa kondisinya sudah meruntuhkan jalan menuju Sikayan Pasie Laweh Lubuk Alung sejak tahun 2014.

“Ini semua tidak pernah jadi perhatian seperti tidak prioritas pada hal jika dibiarkan mengancam hidup orang banyak,” ujar Nurnas.

Ia juga menjelaskan, khusus di Sungai Batang Sani sangat-sangat perlu sekali di survei Dinas terkait atau Balai Sungai.

Baca Juga :  Satgas TMMD Ke-111 Kodim 1207/Pontianak Lakukan Pengecatan Landasan Bendera

“Termasuk yang lain jika kita tidak ingin mendapatkan yang lebih besar kerugian lagi. Kita bicara banjir-banjir tapi sungai-sungai yang di daerah kita kurang jadi prioritas. Semua sungai kita ini sudah banyak yang kritis perlu Normalisasi. Termasuk Batang Lembang di Kabupaten Solok, akibatnya telah menjadi langganan musibah banjir,”ujar HM Nurnas.

Selain itu, ia juga mendesak Gubernur dan Kepala Dinas terkait akan permaalahan tersebut.

“Dan untuk pembiayaan normalisasi harus memperkencang lobi ke Kementerian PUPR dan DPR RI membidangi infrastruktur,” ujar HM Nurnas.

  • Bagikan