Kota PadangRagam

Trauma Banjir Padang, Dokter Muda Icha Kembali Mengungsi di Takengon

433
×

Trauma Banjir Padang, Dokter Muda Icha Kembali Mengungsi di Takengon

Sebarkan artikel ini

Kisah pilu Icha bermula saat banjir besar melanda Padang beberapa waktu lalu.

Padang – Dokter muda Icha Cammana, yang tengah menjalani koas di RS Unand, Padang, harus kembali merasakan pahitnya mengungsi.

Setelah kediamannya di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, Padang, porak-poranda diterjang banjir bandang, Icha terbang ke Takengon, Aceh Tengah, hanya untuk menemukan kampung halamannya juga dilanda bencana serupa.

Kisah pilu Icha bermula saat banjir besar melanda Padang beberapa waktu lalu.

Rumahnya di Lumin Park hancur lebur, mobilnya terkubur lumpur, dan yang terburuk, ia kehilangan kontak dengan kedua orang tuanya di Takengon.

“Orang tua Icha tidak ada kabar,” ujarnya kepada seorang teman dengan nada putus asa.

Setelah enam hari penuh kecemasan, Icha akhirnya berhasil mendapatkan tumpangan pesawat Hercules menuju Medan.

Dari sana, dengan bantuan berbagai pihak, ia melanjutkan perjalanan ke Takengon, tempat orang tuanya tinggal.

Namun, alih-alih menemukan kelegaan, Icha justru mendapati rumah masa kecilnya telah rata dengan tanah, tertimbun lumpur sisa banjir.

Puing-puing kenangan masa kecilnya ikut lenyap ditelan bencana.

Di tengah keputusasaan, Icha akhirnya bertemu dengan kedua orang tuanya di sebuah pengungsian.

Pertemuan itu diwarnai isak tangis haru. Orang tuanya, meski sederhana, tak henti-hentinya menanyakan keadaannya dan memastikan ia sudah makan.

Ayahnya, dengan khas pria Aceh yang tegar, berusaha menyembunyikan air mata kesedihan di hadapan putrinya.

Kini, Icha dan keluarganya tinggal di pengungsian, di bawah tenda darurat yang jauh dari kata nyaman.

Kondisi ini tentu saja membuat Rian, kekasihnya yang berada di Medan, semakin khawatir.

Jarak yang membentang dan terbatasnya komunikasi akibat gangguan sinyal, membuat Rian hanya bisa pasrah menunggu kabar dari Icha.

Starlink menjadi satu-satunya penghubung antara Rian dan Icha, itu pun tidak sepanjang waktu.

“Icha,” gumam Rian dengan nada cemas. Ia hanya bisa berharap, badai ini segera berlalu dan Icha beserta keluarganya dapat segera bangkit dari keterpurukan.

Perjuangan Icha dari Padang hingga Takengon menjadi simbol ketegaran di tengah musibah. Banjir ini, mungkin, menjadi ujian terberat bagi cinta mereka berdua.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.