Kabupaten Tanah DatarPeristiwa

Update Bencana Tanah Datar : 6.137 Warga Mengungsi, 67 Rumah Hanyut

324
×

Update Bencana Tanah Datar : 6.137 Warga Mengungsi, 67 Rumah Hanyut

Sebarkan artikel ini

Tanah Datar – Intensitas hujan tinggi sejak 21 November 2025 memicu rangkaian bencana banjir, banjir bandang, longsor, dan angin kencang di Kabupaten Tanah Datar.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar merilis pembaruan data terbaru pada 7 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, mencatat 11 kecamatan dan 34 nagari/desa terdampak.

Sebanyak 3 orang meninggal dunia, 5 orang luka-luka, dan 6.137 warga mengungsi ke berbagai titik pengungsian. Kecamatan Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto menjadi wilayah dengan dampak terberat, mencerminkan luasnya kerusakan dan besarnya populasi terdampak.

Kerusakan infrastruktur yang dihimpun Pemkab Tanah Datar menunjukkan skala bencana yang besar, dengan 67 rumah hanyut, 131 rumah rusak berat, 73 rumah rusak sedang, dan 195 rumah rusak ringan.

Sebanyak 30 kendaraan dilaporkan hilang atau terseret arus. Selain itu, 13 jembatan rusak berat dan 26 jembatan rusak ringan memutus konektivitas antarwilayah.

Kerusakan fasilitas umum turut meluas, mencakup 9 kantor pemerintahan, 12 sekolah, 22 rumah ibadah, dan 35 fasilitas umum lainnya.

Sektor irigasi mencatat kerusakan di 17 titik, sementara 14 ruas sungai juga mengalami kerusakan yang meningkatkan potensi banjir susulan.

Pemkab Tanah Datar juga merinci besarannya dampak terhadap pertanian dan ekonomi masyarakat. Tercatat 3 ekor kambing, 1.263 ayam dan itik, serta 42 kolam ikan hilang atau rusak.

Lahan pertanian terdampak mencapai 158,63 hektare, meliputi sawah, ladang, dan kebun produktif.

Sejumlah fasilitas pendukung aktivitas nelayan dan tempat pengolahan hasil ternak juga mengalami kerusakan. Dari sisi ekonomi lokal, 49 unit UMKM ikut terdampak dan 1 koperasi terkena imbas langsung.

Beberapa kecamatan seperti Batipuh Selatan, Rambatan, dan Lima Kaum mencatat kerusakan jembatan, irigasi, rumah ibadah, dan lahan pertanian yang cukup luas.

Kecamatan X Koto menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling serius, dengan 24 rumah hanyut, 15 rumah rusak berat, dan kerusakan jalan pada lebih dari 6 ruas.

Sementara Kecamatan Pariangan dan Padang Ganting mengalami kerusakan yang lebih ringan namun tetap signifikan pada rumah, irigasi, dan lahan pertanian.

Pemkab Tanah Datar melalui posko utama penanggulangan bencana terus memperbarui data dan menyalurkan bantuan ke seluruh wilayah terdampak.

Upaya evakuasi, distribusi logistik, dan normalisasi akses masih digencarkan mengingat kerusakan meluas pada sejumlah titik krusial, terutama jembatan, irigasi, dan jalur transportasi.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa proses penanganan darurat masih berlangsung dan perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.