Waduh, Satpam dan Supir Nyambi Jual Narkoba

BNNP Sumbar saat merilis tangkapan pengedar sabu-sabu
BNNP Sumbar saat merilis tangkapan pengedar sabu-sabu
BNNP Sumbar saat merilis tangkapan pengedar sabu-sabu
BNNP Sumbar saat merilis tangkapan pengedar sabu-sabu

PADANG, KABARSUMBAR-Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, itulah yang menimpa Edo Permana (EP) dan Joni Vivoriko (JV), berprofesi sopir travel dan satpam bank. Keduanya harus berurusan dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat, karena tertangkap membawa dan mengedarkan sabu-sabu.

Penangkapan keduanya oleh BNNP Sumbar dilakukan di lua lokasi yang berbeda. EP diciduk tengah membawa tiga paket sabu seberat 258 gram, di jalur perlintasan kereta api Pasar Usang, Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan JV ditangkap dengan barang bukti 4,87 gram sabu, di Jorong Tabek Nagari Parianagan Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.

Petugas BNNP Sumbar mengendus keberadaan EP, sejak Rabu (23/5/2018), setelah mengantongi informasi, jika ia sedang mengendarai sepeda motor Honda CB 150 R dan membawa barang haram dari Pekanbaru, Riau masuk wilayah hukum Sumbar. Petugas bergerak dan berhasil meringkusnya di lokasi kejadian. Hal yang sama juga dilakukan petugas terhadap JV, ia diciduk ketika dinas di tempat ia bekerja. Selain menciduk, petugas juga menggeladah rumahnya dan didapati alat isap.

Kepala BNNP Sumbar Kombes Pol Tasril Arifin menerangkan, keduanya ditangkap dan bukan satu jaringan. Berdasarkan pengakuan dari masing-masing tersangka, jika mereka yang bertindak sebagai kurir. BNNP tidak percaya, dan akan mendalami kasus tersebut.

“Kami indikasikan mereka pengedar berdasarkan pengakuannya, dan ini sedang kami dalami,” katanya di kantor BNNP Sumbar, Jumat (25/5/2018).

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, EP terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun, atas pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 127 UUD No 35/2009  tentang Narkotika. Sedangkan JV, terancam 12 tahun penjara, setelah melanggar pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 UUD No 35/2009.

[itasri]