Kewirausahaan Sosial Solusi Menghadapi Bonus Demografi dan Era Digital

Andrinof Chaniago memberikan kuliah umum kewirausahaan sosial di UNP. Foto : Hijrah Adi Sukrial
Andrinof Chaniago memberikan kuliah umum kewirausahaan sosial di UNP. Foto : Hijrah Adi Sukrial
Andrinof Chaniago memberikan kuliah umum kewirausahaan sosial di UNP. Foto : Hijrah Adi Sukrial
Andrinof Chaniago memberikan kuliah umum kewirausahaan sosial di UNP. Foto : Hijrah Adi Sukrial

PADANG, KABARSUMBAR-Indonesia bisa mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi jika penduduk Indonesia banyak bergerak di bidang kewirausahaan. Kewirausahaan juga salah satu opsi menghadapi bonus demografi dan era digital yang akan dihadapi Indonesia.

Hal di atas menjadi benang merah ketika Komisaris Utama Bank Rayat Indonesia, Andrinof Chaniago memberikan Kuliah Umum dengan tema “Kewirausahaan Sosial untuk Menjawab Tantangan Dekade Bonus Demografi dan Era Digital” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (25/5/2018).

Andrinof Chaniago memaparkan, tahun 2020-2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, dimana ketika itu Indonesia akan memiliki penduduk usia produktif sepanjang sejarah. Di sisi lain, dunia sedang memasuki era digital, dimana banyak pekerjaan manusia banyak digantikan oleh teknologi.

Penggagas Visi Indonesia 2033 itu menilai, bonus demografi dan era digital adalah harapan, di sisi lain juga ancaman untuk Indonesia. “Dengan banyaknya penduduk usia produktif, masa tunggu seorang sarjana untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin lama. Era digital juga tantangan, karena juga menciutkan kesempatan kerja,” jelas lulusan program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

“Inilah saat yang relevan berbicara kewirausahaan sosial. Di era bonus demografi dan era digital, bagi yang tidak siap terlindas, yang siap akan melejit. Nah, sejak masa kuliah, nilai-nilai kewirausahaan harus ditanamkan,” imbuh pengamat kebijakan publik yang dikenal dekat dengan Presiden RI Joko Widodo ini.

Ketika nilai kewirausahaan ada dalam diri seseorang, menurut Andrinof akan memunculkan kreativitas dan melahirkan inovasi. Andrinof memberikan beberapa contoh nilai kewirausahaan yang harus dimiliki mahasiswa. Di antaranya, berpikir logis dan terukur, berani berinisiatif dan mengambil risiko, serta aktif mencari peluang.

Di sisi lain, seorang wirausahawan juga gigih, percaya diri, aktif menjaga relasi dan berpikir ke depan. “Seorang yang memiliki jiwa wirausaha bisa mengembangkan jaringan dan memanfaatkan sosial capital yang dimilikinya untuk kerjasama produktif,” pungkas pria kelahiran Padang, 3 November 1962 ini.

(Hijrah Adi Sukrial)