Warga Solok Heboh Atas Temuan Jejak Hewan Buas

Solok Kota – Masyarakat Kelurahan Kampung jawa, Kota Solok dikejutkan dengan penemuan jejak yang diduga mirip dengan jejak harimau, Rabu (6/4) sore, di kawasan perladangan di kelurahan itu.

“Itu (Jejak hewan) berada di kawasan perladangan warga di daerah Transad, Kelurahan Kampung Jawa,” ujar Kasat Reskrim Polres Solok Kota, Iptu Evi Wansri, Kamis (7/4).

Untuk diketahui, keberadaan jejak itu diketahui warga pada Rabu (6/4) sore. Jejak yang ditemukan disebut mirip dengan jejak harimau, jejak hewan tersebut awalnya ditemukan oleh warga sekitar.

“Masyarakat merasa was-was, dan ketua RT setempat melaporkan ke kita, dan tim kita sudah ke lapangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia menyebut, masih belum dipastikan apakah jejak harimau atau hewan buas lainnya, tim dari BKSDA sudah memasang kamera di lokasi ditemukannya jejak tersebut.

Terhadap temuan itu, pihaknya mengimbau warga yang bermukim di sekitar lokasi untuk lebih waspada. Sementara waktu diminta untuk tidak beraktifitas di perladangan.

Sementara itu, di Kabupaten Solok, tepatnya di Nagari Kuncia, Kecamatan X Koto Diatas yang berjarak lebih kurang 3 kilometer dari Transad Kota Solok (temlat ditemukan jejak harimau), sapi milik salah seorang warga ditemukan mati diduga akibat dimangsa harimau, Kamis (7/4) pagi.

Kejadian ini, mengegerkan warga Kuncia dan sekitarnya, setelah sehari sebelumnya, Rabu(6/4) pagi, warga Transad, Kota Solok yang berjarak 3 Km dari Nagari Kuncia juga dihebohkan penemuan jejak tapak harimau di kebun warga.

Dalam kejadian itu, BKSDA yang meninjau ke lokasi berdasarkan laporan warga Transad tersebut turut membenarkan jejak tapak yang pertama kali diketemukan Iman S dikebun milik Anto Malin memang dipastikan merupakan jejak harimau. Keyakinan itu jugalah yang membuat warga Kuncia yakin kematian sapi warganya merupakan ulah harimau.

Bhabinkamtibmas Nagari Kuncir, Aipda Feri menyebutkan kematian ternak sapi di Nagari Kuncir telah dilaporkan ke BKSDA Sumbar untuk penelusuran lebih lanjut termasuk mencari penyebab kematian sapi.

“(Apakah karena diterkam harimau) Belum bisa kita pastikan, yang jelas masyarakat sudah melapor ke BKSDA,” tukasnya.