Pemerintah

Wawako Padang Tekankan Pentingnya Lingkungan Sekolah Sehat dan Bebas Bullying

94
×

Wawako Padang Tekankan Pentingnya Lingkungan Sekolah Sehat dan Bebas Bullying

Sebarkan artikel ini

 

Padang – Yayasan Pertiwi Kodya Padang menggelar seminar dan workshop bertajuk “Happy School, Happy Students: Mewujudkan Kepuasan dan Kesejahteraan Siswa” di Hotel Santika Padang, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas pendidikan dengan mengedepankan kesehatan mental dan kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah.

Acara yang diikuti oleh 134 tenaga pendidik dari tujuh sekolah di bawah naungan Yayasan Pertiwi Kodya Padang ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Yayasan Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, jajaran pengurus yayasan, serta sejumlah dosen dari Program Studi Psikologi Universitas Andalas (Unand).

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada kecerdasan akademik semata.

Menurutnya, lingkungan yang sehat secara mental dan sosial sangat krusial agar siswa tumbuh menjadi generasi yang kuat secara karakter dan emosional.

“Sekolah harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara karakter maupun emosional. Anak yang sukses tumbuh dari lingkungan yang baik mulai di lingkungan keluarga, hingga sekolah, maupun masyarakat. Karena itu, guru harus hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang tua bagi murid-muridnya,” ujar Maigus Nasir.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang, Ny. Dian Puspita Fadly Amran, menyoroti pentingnya menciptakan budaya sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan (bullying).

Ia menekankan bahwa pendekatan pendidikan harus lebih manusiawi dan peka terhadap kondisi psikologis siswa.

“Praktik bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui ucapan, hingga hukuman yang mempermalukan siswa di depan teman-temannya. Karena itu, pendekatan pendidikan harus lebih manusiawi, komunikatif, dan memperhatikan kondisi psikologis anak,” tegas Dian Puspita.

Ia berharap, melalui seminar dan workshop ini, para tenaga pendidik dapat membangun budaya sekolah yang sehat dan menyenangkan.

“Semoga bapak ibu para tenaga pendidik mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi siswa,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Yayasan Pertiwi Kodya Padang dengan Departemen Psikologi Fakultas Kedokteran Unand.

Materi disampaikan oleh narasumber dari Dosen Program Studi Psikologi Unand, yakni Yantri Mapitra, Meria Susanti, Nila Anggreiny, dan Izzanil Hidayati. Selain itu, Wakil Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, turut memberikan materi praktis mengenai Emotional Freedom Technique (EFT) kepada para peserta.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.