BudayaKota Pariaman

Fadli Zon Buka Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2025

973
×

Fadli Zon Buka Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2025

Sebarkan artikel ini

Kehadiran menteri kebudayaan yang baru dan berasal dari daerah tersebut menandai momen penting bagi penyelenggaraan acara tahunan ini.

fadli zon buka tabuik.jpg

Pariaman – Acara Puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2025 yang digelar di Kota Pariaman, Sumatera Barat, secara resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Kehadiran menteri kebudayaan yang baru dan berasal dari daerah tersebut menandai momen penting bagi penyelenggaraan acara tahunan ini.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan rasa bangganya menjadi sosok menteri pertama yang secara langsung membuka perhelatan budaya berskala besar tersebut.

Menyampaikan komitmen dari Presiden Prabowo Subianto terkait pendirian Kementerian Kebudayaan yang kini terpisah dari Kementerian Pendidikan, Fadli Zon menjelaskan bahwa tujuan utama kementerian yang dipimpinnya adalah untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia.

“Negara ini sangat kaya dengan budaya, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” terangnya. Ia menegaskan bahwa kebudayaan adalah aset berharga yang harus dilestarikan.

Menteri Fadli Zon menyoroti acara Hoyak Tabuik Piaman sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa yang telah berlangsung berabad-abad, dengan bukti catatan di Museum Tabuik yang menunjukkan penyelenggaraannya sejak tahun 1887.

Kehadiran lebih dari 200 ribu pengunjung, termasuk mereka yang merantau, membuktikan relevansi dan kekuatan tradisi ini.

“Ini merupakan bentuk nyata kita menghargai budaya kita sendiri, menghargai kekayaan budaya bangsa. Dan, bangsa yang beradab itu adalah negara yang menghargai budayanya sendiri. Jangan sampai budaya kita hilang,” ingatnya.

Dalam upaya memajukan kebudayaan nasional, Kementerian Kebudayaan berencana mengusulkan Budaya Tabuik ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia atau Intangible Cultural Heritage (ICH).

Saat ini, Budaya Tabuik telah memiliki status sebagai WBTb Indonesia atau nasional.

Fadli menyatakan telah menyampaikan rencana ini kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat dan Wali Kota Pariaman.

“Kita akan pelajari. Insya Allah tak akan lama, kemudian akan kita usulkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO),” kata Fadli Zon.

Dia menambahkan, pengusulan ini merupakan bagian dari misi untuk menjadikan Tabuik sebagai identitas yang dijaga seluruh pihak, mengingat usianya yang sangat tua dan nilai akulturasi serta pencampuran budaya di dalamnya.

Fadli menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara dan masyarakat atas komitmen mereka dalam menghargai warisan budaya sendiri.

“Saya sangat senang, karena masyarakatnya menghargai budayanya sendiri. Jangan sampai menghargai budaya orang lain tetapi kita tidak menghargai budaya kita sendiri. Karena budaya itu merupakan kekuatan kita yang bisa mempengaruhi budaya lain. Kita harapkan Budaya Tabuik ini dikenal oleh masyarakat Pariaman yang berada di seluruh Indonesia dan dikenal dunia,” pungkasnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.