PendidikanSumatera Barat

Muhidi Dorong Karakter Pemimpin Muda Minangkabau Kolaboratif

428
×

Muhidi Dorong Karakter Pemimpin Muda Minangkabau Kolaboratif

Sebarkan artikel ini

Padang – Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mendorong generasi muda untuk membentuk karakter kepemimpinan sejak dini dengan berlandaskan falsafah Minangkabau.

Dia menegaskan, pemimpin masa depan wajib memiliki kemampuan kolaborasi, serta memahami nilai adat, agama, dan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi pembicara dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus OSIS SMK se-Sumbar, Selasa (15/7), di salah satu hotel di Kota Padang.

Menurutnya, kepemimpinan saat ini tak lagi soal menjadi ‘superman’, melainkan bagian dari ‘superteam’ yang mampu membangun kolaborasi.

Muhidi juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap filosofi kepemimpinan Minangkabau yang dikenal dengan Tigo Tungku Sajarangan. Yakni, sinergi antara peran Ninik Mamak, Cadiak Pandai, dan Alim Ulama.

Ketiga unsur tersebut, kata Muhidi, harus menjadi inspirasi dalam membentuk pola pikir dan sikap seorang pemimpin masa depan.

“Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) bukan hanya semboyan. Kita perlu memahami bagaimana ketiga unsur ini bekerja agar bisa menjadi pemimpin yang membangun Sumbar dengan nilai-nilai kearifan lokal,” tegasnya.

Muhidi mendorong peserta merancang masa depan tanpa menunggu kesiapan sempurna.

Ia mengingatkan pentingnya membangun pola pikir positif, menuliskan cita-cita sejak dini, serta menumbuhkan niat, kedisiplinan, dan semangat belajar berkelanjutan.

Selain akar budaya Minangkabau, generasi muda juga harus membekali diri dengan kemampuan berbahasa asing untuk bersaing dan mendapatkan pengalaman global.

“Di mana pun berada dan dalam situasi apa pun, generasi muda harus memiliki semangat belajar tinggi. Bekali diri dengan kemampuan komunikasi global agar siap menjemput peluang di luar negeri,” tambahnya.

Seorang pemimpin abad ke-21, lanjut Muhidi, harus adaptif, tenang menghadapi tekanan, serta memiliki kemampuan membaca situasi secara tajam.

“Seorang pemimpin harus tetap jernih saat menghadapi kekacauan. Kecakapan mengambil keputusan di saat kritis adalah bekal penting bagi pemimpin muda masa depan,” ujarnya.

Doni, salah seorang peserta LDK, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari pelatihan tersebut. Ia merasa termotivasi untuk lebih serius membangun karakter kepemimpinan sejak dini.

“Materi yang disampaikan sangat menyentuh. Saya jadi sadar bahwa menjadi pemimpin itu bukan hanya soal pintar, tapi juga harus punya prinsip dan bisa bekerja sama. Saya ingin menerapkan nilai-nilai Minangkabau dalam organisasi sekolah maupun nanti saat kuliah,” ujar Doni.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.