Bukittinggi – Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi kota modern yang inklusif dan berdaya saing global, seiring dengan perayaan Hari Jadi Kota (HJK) ke-241.
Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna istimewa DPRD Kota Bukittinggi di Balai Sidang Bung Hatta, Senin (22/01), yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.
Pemerintah Kota Bukittinggi tengah menggenjot sejumlah proyek strategis untuk mewujudkan visi tersebut.
Proyek-proyek ini meliputi penataan ruang publik ramah lansia, revitalisasi Pasar Aur Kuning dengan dukungan pendanaan Bank Dunia, serta investasi hotel internasional yang siap mendongkrak sektor pariwisata.
Ketua DPRD Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam mencapai tujuan tersebut.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus berbenah dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal.
“Kita perlu menyiapkan SDM yang handal dan inovasi berkelanjutan,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Adat Kurai V Juru, RGS Datuak Rajo Endah, menyoroti identitas Bukittinggi sebagai “Kota Perjuangan” yang harus tercermin dalam kebijakan.
Ia menekankan pentingnya pendidikan dan ekonomi kerakyatan, serta mendorong standarisasi kota ke level internasional dengan tetap mempertahankan sisi humanis.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, memaparkan peta jalan transformasi Bukittinggi.
Fokus utamanya adalah menciptakan ruang publik inklusif, termasuk revitalisasi Taman Ngarai Maaram yang dirancang ramah lansia.
Bukittinggi juga tengah bersiap menjadi “Kota Pejalan Kaki” melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Di sektor ekonomi, pendanaan dari Bank Dunia senilai Rp240 miliar akan digunakan untuk menata ulang Pasar Aur Kuning.
Investasi sebesar Rp400 miliar dari investor hotel internasional juga siap memperkuat sektor pariwisata.
Selain itu, pemerintah kota berencana merelokasi SMPN 1 Bukittinggi ke wilayah Tanah Sawah demi keselamatan siswa.






