Kabupaten Kepulauan MentawaiPendidikan

Polsek Sikakap Gencarkan Edukasi Pencegahan Kekerasan Perempuan Dan Anak

116
×

Polsek Sikakap Gencarkan Edukasi Pencegahan Kekerasan Perempuan Dan Anak

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di SMPN 1 PUS Sikakap, Dusun HVA, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (19/05/2026).
Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di SMPN 1 PUS Sikakap, Dusun HVA, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (19/05/2026). Foto : tbnewssumbar

Mentawai – Upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus digencarkan melalui edukasi preventif.

Bhabinkamtibmas Desa Sinaka, Bripka Alex Chandra, memimpin sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di SMPN 1 PUS Sikakap pada Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral yang mempertemukan pihak sekolah, personel Polsek Sikakap, Ketua P2TP2A, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat.

Sinergi tersebut bertujuan memperkuat sistem perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya di lingkungan pendidikan.

Bripka Alex menekankan pentingnya pemahaman generasi muda dalam mengenali potensi ancaman kekerasan sejak dini.

Menurutnya, edukasi ini menjadi langkah krusial untuk membangun kesadaran publik mengenai definisi, bentuk, serta dampak buruk kekerasan, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran.

Pihak kepolisian dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak menjamin hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Segala bentuk eksploitasi, penelantaran, hingga pernikahan usia anak dikategorikan sebagai pelanggaran hukum berat dengan konsekuensi pidana yang tegas.

Selain pemaparan materi, Bripka Alex mendorong para pelajar dan guru untuk berani melaporkan indikasi kekerasan yang terjadi di sekitar mereka.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memutus rantai perilaku silent victim, di mana korban sering kali enggan melapor akibat tekanan sosial atau rasa malu.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan lagi sekadar persoalan individu, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berani melapor,” tegas Bripka Alex.

Melalui sosialisasi terpadu ini, sistem perlindungan di lingkungan sekolah dan keluarga diharapkan dapat terbangun lebih kuat.

Langkah ini menjadi ikhtiar bersama agar anak-anak di Kepulauan Mentawai dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman, terlindungi, dan bermartabat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.