Padang – Perpustakaan Daerah Kota Padang sepi kunjungan. Kurangnya minat kunjungan masyarakat pada masa pendemi, membuat Perpustakaan Daerah Kota Padang alih strategi agar tingkatkan minat baca masyarakat.
Kabid Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Nasdiweli mengatakan, kunjungan pada masa pandemi jauh berkurang dari biasanya karena memang pada masa pandemi sekarang orang-orang masih membatasi diri untuk keluar.
“Mengingat dalam kondisi seperti ini, untuk mengatasinya pihak perpustakaan sudah alih strategi, sekarang lebih banyak turun ke lapangan seperti mengunjungi Taman Baca Masyarakat (TBM) yang ada di Kelurahan dan juga ke Sekolah-sekolah. Pihak perpustakaan juga meminjamkan buku kepada TBM agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya,” katanya.
Ia menyebutkan, dalam satu hari kunjungan masyarakat ke perpustakaan tidak lebih dari sepuluh orang, namun untuk hari libur sabtu minggu, kami juga mengusahakan untuk tetap buka. Kerena di hari libur biasanya lebih banyak, biasanya masyarakat itu setelah olahraga ada juga yang sempat mampir ke perpustakaan.
“Protokol kesehatan tetap kita jalankan, wajib makai masker, cek suhu juga dan di luar juga sudah kita sediakan tempat cuci tangan,” katanya lagi.
Ia juga mengatakan, kunjungan juga dilakukan ke panti asuhan dan Lapas Perempuan yang ada di beberapa Kota Padang. Sehubungan target kunjungan juga menjadi target kerja perpustakaan.
“Selama hari kerja kunjungan tersebut terus berjalan dan tidak tertutup kemungkinan jika memang ada permintaan dari TBM di hari libur kami juga bersedia pergi kunjungan tersebut, karena memang di hari libur biasanya minat masyarakat lebih banyak,” katanya
Ia juga mengatakan, untuk penyediaan buku seharusnya di tahun 2020 ini sudah ada penambahan koleksi. Namun masih terkendala pada masa pandemi, juga beberapa anggaran yang difokuskan pada saat pandemi sekarang, untuk sementara ini masih memanfaatkan koleksi yang ada.
“Untuk fasilitas sendiri tidak ada penambahan atau pembangunan, karena memang untuk perpustakaan kota padang sendiri kita belum punya gedung yang representatif dan juga belum milik sendiri. Sehingga kita memanfaatkan fasilitas yang sudah ada,” ujarnya.
Delvi Novita Sari






