BLK Padang Fasilitasi Penyandang Disabilitas Untuk Asah Kemampuan

PADANG, KABARSUMBAR – Kesempatan bekerja pada bidang yang disukai merupakan hak setiap orang, tak terkecuali para penyandang disabilitas. Keterbatasan fisik tak menutup kesempatan bagi mereka untuk bekerja seperti manusia normal lain.

Karena itu, Balai Latihan Kerja (BLK) Padang menggandeng penyandang disabilitas dalam rangka melatih mereka untuk memasuki dunia industri. Permintaan itu dilakukan khusus oleh Ketua Ikatan Disabilitas Kota Padang, Arif Firman atau yang dikenal sebagai Arif LIDA (Liga Dangdut Indonesia).

Siapa yang tak mengenal Arif LIDA, karena ia merupakan seorang yang berhasil menyabet juara tiga pada ajang adu suara di salah satu stasiun TV Swasta. Keberhasilan Arif pada ajang tarik suara tersebut berhasil mengharumkan nama Provinsi Sumatera Barat di kancah Nasional di tengah keterbatasan fisik yang dimilikinya.

Oleh karena itu, Arif LIDA berinisiatif menjadi penghubung antara BLK Padang dan penyandang Disabilitas yang memiliki berbagai kemampuan meski memiliki keterbatasan fisik, seperti Tunanetra, Tunarungu dan keterbatasan lainnya.

Arif menyampaikan, bahwa ada banyak penyandang disabilitas yang dipandang sebelah mata, padahal mereka sebenarnya memiliki kemampuan dan kepandaian yang tidak akan kalah jauh berbeda jika dibandingkan dengan orang yang memiliki fisik yang sempurna. Mereka yang disabilitas sama-sama memiliki ketertarikan yang sama dengan orang normal dengan fisik sempurna lainnya.

Hal itu dapat diambil contoh melalui beberapa teman Arif yang mendampinginya saat datang ke BLK Padang. Ia membawa serta 4 orang temannya yang sama memiliki keterbatasan fisik dengannya, yakni Tunanetra ( kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya).

Ada Eka (30 tahun), ia seorang penyandang tunanetra seperti Arif, namun dia memiliki kemampuan di bidang reparasi peralatan elektronik seperti Tip radio. Bahkan, dalam kondisinya yang seperti itu, ia mampu memainkan alat musik yakni bass. Ia mempelajari semua kemampuan itu dengan otodidak saja, meski dengan kondisi fisiknya yang bisa membuat orang tak percaya.

Selain itu, Eka juga tertarik pada dunia Teknik Informatika Komputer (TIK) . Ia bahkan mampu mengoperasikan laptop dan menjalankan aplikasi seperti Ms. Word, Ms. Excel hingga melakukan beberapa pemograman pada komputer.

“Banyak dari kami yang dipandang sebelah mata karena keterbatan fisik yang kami miliki. Padahal penyandang disabilitas juga memiliki ketertarikan dengan berbagai bidang yang sama seperti orang dengan fisik sempurna lainnya. Penyandang disabilitas juga membutuhkan pekerjaan untuk membiayai kehidupan, disamakan statusnya di dunia dengan orang normal lainnya, yakni bekerja di dunia industri,” ungkap Arif LIDA di hadapan Kepala BLK Padang, Syamsi Hari dan anggotanya.

Ia menyampaikan, tak sedikit dari temannya yang penyandang disabilitas tertarik pada dunia menjahit, tata boga, TIK, Kecantikan, otomotif serta beberapa bidang lainnya.

“Penyandang disabilitas sebenarnya juga tertarik dengan dunia industri, karena hal itu tentunya dapat menyokong kehidupannya dengan apa yang dilakukannya tersebut. Bahkan saya pribadi sebenarnya tertarik pada banyak hal, seperti otomotif, membordir hingga tata boga. Jadi kan saya kalau bisa masak itu bisa masak sambil nyanyi-nyanyi gitu,” ujarnya seraya bercanda.

Tidak jauh berbeda dengan Arif LIDA, tentunya temannya penyandang disabilitas lain merasakan hal yang sama dan membutuhkan pemahiran untuk bidang yang mereka sukai.

Mereka butuh dibimbing dan dibina untuk dapat memiliki kemampuan dan keahlian yang dapat membuatnya juga bisa ditempatkan di dunia kerja, bergabung dengan orang yang memiliki fisik yang sempurna lainnya.

“Teman-teman yang datang bersama saya bahkan tergabung dalam band yang kami bentuk bersama, yakni nama bandnya ‘Insting Band’. Diberi nama Insting Band karena seluruh anggota band kami bermain musik dengan menggunakan instingnya semua. Seluruh anggota band kami adalah penyandang disabilitas semua, tapi kami mampu seperti orang yang memiliki fisik sempurna lainnya, yakni memainkan alat musik seperti bass, drum, orgen dan lainnya. Karena itulah, tidak ada alasan yang membuat kami penyandang disabilitas yang berbeda dengan orang dengan fisik sempurna, apalagi di dalam dunia kerja,” ungkap Arif LIDA.

Sementara itu, Kepala BLK Padang, Syamsi Hari menanggapi permintaan Arif LIDA dengan sangat positif. Ia mengaminkan bahwa kaum disabilitas tidak bisa dipandang remeh, apalagi dalam dunia industri kerja.

“Kami sangat menyambut dengan baik dan seluas-luasnya permintaan dari Arif LIDA yang mewakili teman-temannya agar dapat dibina dan dibimbing melalui pelatihan di BLK Padang sesuai dengan ketertarikan dan keahliannya. BLK Padang sendiri, akan berusaha untuk sama-sama saling menyesuaikan dengan kondisi para penyandang disabilitas, karena tentunya ada alat yang berbahaya dan yang tidak berbahaya untuk penyandang disabilitas yang dapat mereka gunakan untuk pelatihan. Beberapa peserta tuna rungu sudah mengikuti pelatihan di kejuruan kecantikan, sekarang mereka sudah bekerja panggilan untuk merias, industri yang sudah membantu kami juga mempunyai peran penting terhadap kaum disabilitas,” kata Syamsi Hari.

Ia mengungkapkan, Arif sebagai seorang penghubung dengan banyak penyandang disabilitas lainnya tentu akan memudahkan BLK Padang untuk mengumpulkan mereka yang tertarik masuk dalam dunia industri. BLK Padang pun juga siap untuk menyambut penyandang disabilitas belajar di BLK Padang.

“Pada 2019, BLK Padang berencana akan melatih sejumlah 1,534 orang yang berniat untuk berlatih disini, jadi bagi penyandang disabilitas yang memiliki “motivasi tinggi dan niat serius” untuk berlatih dan mengusai bidang yang mereka sukai, akan kami terima dan kami fasilitasi di BLK Padang. Bahkan nanti kami juga akan koordinasi dengan BLK yang ada di beberapa daerah lainnya di Provinsi Sumbar untuk menyemangati dan menerima penyandang disabilitas untuk dilatih siap memasuki dunia industri,” kata Syamsi Hari.

Untuk tenaga pengajar/instruktur, kata Syamsi Hari, kami akan menyesuaikan dengan kondisi penyandang disabilitas, kami membuka kesempatan bagi instruktur lainnya, apakah kami nanti akan meminta bantuan dengan penyandang disabilitas yang telah memiliki kepandaian dan kemampuan sebelumnya. Intinya, BLK Padang dan BLK lainnya di Provinsi Sumbar akan melakukan yang terbaik untuk mereka para penyandang disabilitas.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...