Bumnag Harus Kelola Masalah Jadi Peluang Usaha

  • Bagikan
M Najib memberikan motivasi untuk pengelola Bumnag di Hotel Pusako Bukittinggi. Foto : Hijrah Adi Sukrial
M Najib memberikan motivasi untuk pengelola Bumnag di Hotel Pusako Bukittinggi. Foto : Hijrah Adi Sukrial
M Najib memberikan motivasi untuk pengelola Bumnag di Hotel Pusako Bukittinggi. Foto : Hijrah Adi Sukrial
M Najib memberikan motivasi untuk pengelola Bumnag di Hotel Pusako Bukittinggi. Foto : Hijrah Adi Sukrial.

BUKITTINGGI, KABARSUMBAR – Jika Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) ingin maju, wali nagari dan pengelola Bumnag harus mengetahui masalah di nagari tersebut dan mengelolanya menjadi peluang.

“Dimana ada masalah, di sana ada peluang. Bumnag harus kelola masalah itu. Yang penting, harus ada pasar dulu, baru lihat potensi. Kuasai┬ádulu pasar lokal, jangan muluk-muluk,” jelas Dirut PT Usaha Desa yang juga owner berdesa.com, M Najib ketika memberi motivasi kepada ratusan pengelola Bumnag di Bukittinggi, Selasa (17/7/2018).

Pada acara Bimbingan Teknis BUMNag Model Menuju BUMDes Percontohan Nasional untuk BUMNag/BUMDes penerima bantuan anggaran 2018 Najib menegaskan, Bumnag bukan sekadar pelaku bisnis kapitalis, tapi bisnis sosial.

Baca Juga :  Kunjungi Daerah Tertinggal, Wagub Sumbar Tinjau Nagari Garabak Data

Jadi, selain mengejar untung, pengelola Bumnag juga harus memikirkan berapa tenaga kerja yang terserap dan bagaimana persoalan yang ada di masyarakat dapat diatasi. Sehingga Bumnag ada dampaknya terhadap masyarakat.

Menurut Najib, dalam dua tahun 25 persen usaha baru bangkrut, lalu dalam lima tahun naik jadi 35 persen. Yang eksis setelah 15 tahun tinggal 25 persen.

Hal itu menurutnya terjadi karena tidak ada analisis pasar. Maka sebelum Bumnag mulai beroperasi, harus ada tes produk dan tes market dulu. “Intinya, pelajari apa kebutuhan pasar dulu, baru gali potensi,” tegasnya.

(Hijrah Adi Sukrial)

  • Bagikan