Padang – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Linarni Jamil, M.Kes mengungkapkan, penanganan terhadap HIV/AIDS tetap menjadi perhatian.
Pandemi virus Corona atau Covid-19, selain berdampak pada perekonomian masyarakat, ternyata juga berpengaruh positif terhadap perkembangan HIV/AIDS di Sumbar.
“Rincinya, ditahun 2019 orang terjangkit HIV 566 kasus, sedangkan pengidap AIDS 298. Sedangkan pada Januari sampai Oktober 2020 kasus HIV sebanyak 332 dan AIDS 126 orang. Dominasi kasus penularan baru yakni dari hubungan lelaki sama lelaki. Kita tetap laksanakan penanganan agar mencapai target zero HIV/AIDS,” bebernya.
Pasalnya kasus HIV/AIDS tahun 2020 mengalami penurunan. Ketua program HIV/AIDS pada Rumah Sakit M.Jamil Padang, dr. Raveinal mengatakan, bagi penderita HIV/AIDS pengobatan tetap berjalan, meski di masa pandemi. Sebab mereka butuh obat untuk berjuang agar tetap hidup dalam gerogotan virus mematikan itu.
“Layanan tetap jalan seperti biasa. Dalam pemeriksaan rutin, pasien dipastikan menerapkan protokol kesehatan setiap berkunjung ke klinik,” katanya.
Sebagai antisipasi, Linarni Jamil menambahkan, penyuluhan bahaya HIV/AIDS juga terus digencarkan ke masyarakat. Namun hal itu dilakukan secara virtual, seperti yang diselenggarakan dalam peringatan hari AIDS se dunia, Senin (1 Desember 2020).
“Penyuluhan dengan menggandeng organisasi penggiat penanggulangan HIV/AIDS dilaksanakn virtual saja. Tidak ada kampanye turun ke jalan seperti tahun lalu karena kali ini kita harus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Delvi Novita Sari






