Fashion Show Pakaian Minang Saisuak Hebohkan Pasar Van Der Capellen

Suasana Fashion Show Pakaian Minang Saisuak di Pasar Van der Capellen, Minggu 7 Oktober 2018.
Suasana Fashion Show Pakaian Minang Saisuak di Pasar Van der Capellen, Minggu 7 Oktober 2018.

BATUSANGKAR, KABARSUMBAR – Setelah soft launching pada 30 September 2018, Pasar Van Der Capellen, Batusangkar semakin dipadati pengunjung. Minggu kedua, pengurus pasar menghadirkan iven Fashion Show Pakaian Minang Saisuak.

Minggu, 7 Oktober 2018 puluhan anak-anak tampil dalam ajang Fashion Show Pakaian Minang Saisuak (tempo dulu) di Pasar Van Der Capellen, Batusangkar.

Kehadiran anak dan remaja usia 5-15 tahun yang memakai pakaian Minang saisuak itu membuat suasana tempo dulu di Pasar Van Der Capellen semakin terasa.

Anak-anak didampingi orangtuanya menjadi pusat perhatian pengunjung. Tak sedikit pengunjung pasar meminta berfoto bersama para anak-anak tersebut.

“Ini harus dipertahankan, pakaian tradisional, makanan tradisional, dan permainan tradisional inilah yang menjadi ciri khas Pasar Van Der Capellen ini,” ujar Azhari Hamka, salah seorang pengunjung pasar.

Pasar Vander Capellen adalah pasar Destinasi Digital (DD), maksudnya Destinasi wisata yang instagramable, viral dan kekinian, bahasa anak mudanya “Zaman Now”.

Nama Vander Capellen diambil, karena pasar tersebut berada di komplek Benteng Van Der Capellen Batusangkar. Pasar Van Der Capellen menghadirkan suasana tempo dulu, dengan menyajikan berbagai kuliner asli Tanah Datar, pertunjukan atraksi seni dan budaya anak nagari Minangkabau.

Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Tanah Datar, Hijrah Adi Sukrial menyampaikan, salah satu keunikan pasar Van Der Capellen adalah dalam transaksi belanja, yaitu mempergunakan koin, tanpa menggunakan uang. Pengunjung yang baru datang langsung menuju posko penukaran koin. Nilai 1 koin adalah Rp. 2.500,-.

Disamping makanan spesifik, di Pasar Vander Capellen, juga terdapat kesenian tradisional, permainan anak tradisional, spot-spot selfie dan kegiatan lainnya.

“Makanan yang dijual pada pasar Vander Capellen di antaranya, adalah Lamang Tapai, Nasi Padeh Simabua, Bika, Kue Talam, Karupuak Lado, Karupuak Pitalah, Katupek Pitalah, Niro Talua, Rendang Telur,” jelas pria yang juga Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Sumbar ini.

Suasana Pasar Van Der Capellen, Minggu 7 Oktober 2018. Foto : Istimewa
Suasana Pasar Van Der Capellen, Minggu 7 Oktober 2018. Foto : Istimewa

Juragan Pasar Vander Capellen, Ade Firman mengatakan, pasar diadakan setiap hari Minggu, mulai pukul 07.00 sampai dengan 12.00 akan didukung penuh Dinas Parpora karena sangat bermanfaat dalam peningkatan kunjungan dan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Parpora Tanah Datar mengatakan, setiap pelaksanaan Pasar Van Der Capellen akan diadakan peningkatan dari segi makanan, spot selfie, permainan anak nagari. “Dengan adanya Pasar Van der Capellen akan menjadi destinasi baru yang akan dikunjungi wisatawan, setelah atau sebelum berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung wisatawan akan singgah ke pasar Van der Capellen, begitu juga kepada tamu yang menginap di Hotel Emersia akan berkunjung ke Pasar Vander Capelllen,” harap Abdul Hakim.

(Rel)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...