Selewengkan Dana PIP, Oknum Honorer SMK di Solok Ditangkap

SOLOK, KABARSUMBAR – Diduga menyelewengkan dana Program Indonesia Pintar (PIP), oknum honorer pada salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok terpaksa berurusan dengan pihak berwajib.

Oknum honorer yang bekerja sebagai Bendahara Pembantu Komite itu disinyalir telah menyalahgunaan dana bantuan untuk kepentingan pribadi. Bahkan, diduga dana tersebut digunakan untuk biaya pernikahan adiknya dan belanja-belanja lainnya.

Oknum berinisial EF (41) ditangkap jajaran Polsek Bukik Sundi di sekolah tempatnya bekerja pada Rabu (3/10/2018) lalu. Sejumlah barang bukti turut diamankan terkait tindak penyelewengan yang dilakukan tersangka.

Adapun barang bukti itu diantaranya, Buku Tabungan siswa Penerima dana PIP sebanyak 110 buah, uang tunai hasil potongan bantuan PIP sebesar Rp 26.360.000 yang merupakan uang hasil potongan PIP siswa dan uang penggantian PIP yang telah terpakai sebelumnya dan barang bukti lainnya.

Terungkapnya tindakan tidak terpuji oknum honorer tersebut bermula ketika uang bantuan PIP yang semestinya diterima oleh siswa pada bulan Agustus urung diserahkan pihak sekolah. Bulan Oktober, Siswa akhirnya mengkomplain kepada pihak sekolah.

“Usut punya usut, ternyata uang PIP yang semestinya diterima siswa sebesar 95 juta ternyata telah dimanfaatkan pelaku untuk kebutuhan pribadinya, hanya 15 juta yang diserahkan,” ungkap Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan didampingi Wakapolres Kompol Sumintak, Senin (8/10/2018).

Pihak sekolah pun terkejut atas komplain siswa. Uang yang sedianya telah diserahkan lima hari pasca pencairan, namun malah disalahgunakan oleh pelaku. Kemudian, pihak sekolah berinisiatif mengganti uang yang terpakai secara bertahap. Adapun total yang telah diganti baru Rp 40 juta.

Kemudian, dalam penyerahan dana hasil penggantian pihak sekolah tersebut ke siswa penerima, pelaku juga malah menyunat bantuan setiap siswa dengan besaran bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

Hingga kini, pihak Mapolres Solok Kota masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Terhadap tersangka oknum honorer tidak dilakukan penahanan lantaran kooperatif dan tengah memiliki anak yang masih kecil.

“Sejauh ini belum ditemukan keterlibatan pihak lain, penyelewengan murni inisiatif dari pelaku sendiri,” kata Kapolres.

Selain itu, berdasarkan pengakuan pelaku kepada petugas, dana bantuan PIP dimanfaatkan untuk biaya pernikahan adiknya sebesar sekitar Rp 52 juta, kemudian untuk membeli sepatu dengan harga ratusan ribu, peralatan dapur, kosmetik dan belanja lainnya, termasuk membayar angsuran koperasi.

[Fernandez]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...