Gaji 50 Ribu Antara Pengabdian dan Haru

LIMAPULUH KOTA, KABAR SUMBAR-Salah seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) hanya digaji Rp50.000 per bulan.

Gaji tenaga pendidik ini terungkap saat forum Dialog dan Diskusi Muhasabah Pengabdian Tri Warsa, Sabtu (16/2/2019) di gedung Serba Guna Politani Payakumbuh. Didalamnya ada Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan OPD Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ini dibenarkan Ketua Forum Tenaga Honorer Kabupaten Limapuluh Kota, Ratwi Frianti.

“Itu adalah kenyataan, realitanya memang demikian hanya Rp50.000 sampai Rp100.000,” katanya.

Menurut Ratwi, ini memang suatu keberanian yang diungkapkan anggotanya. Sebab, dahulunya tidak berani berbicara ke publik. Sebab, membuka hal ini dianggap aib dan tentu ada ketakutan, seperti intervensi bilamana membuka hal ini ke publik.

Meskipun demikian, ia khawatir calon tenaga pendidik untuk TK bakal menurun dan bisa saja di Kabupaten Limapuluh Kota akan kehilangan. Ini memang sangat dilematis, sambung Ratwi. Pasalnya, para tenaga honorer guru TK belum diatur dalam kategori K1 dan K2.

Apabila ini berkelanjutan tentu akan kehilangan lembaga pendidik tingkat TK dan PAUD. Ini seharusnya jadi perhatian bersama, baik pemerintah dan swasta untuk mencarikan solusi. Ratwi menjelaskan, minimnya gaji dan dibawah standar diduga karena tidak sanggupnya APBD Kabupaten Limapuluh Kota untuk mengakomodir 8.000 tenaga honorer.

Ini terdiri dari tenaga sukarela, K2, K1, Tenaga Harian Lepas (THL), Honorer BLUD dan K2 yang ada masalah saat akan diangkat menjadi PNS. Tenaga honorer ini tersebar di unsur Pol PP, Puskesmas, sekolah, penyuluh pertanian, kantor camat dan OPD yang tersebar di Limapuluh Kota.

Sekadar diketahui, guru TK pengungkap curahan hatinya itu bernama Susanti. Ia menyampaikan itu sekaligus mewakili para tenaga honorer yang bekerja di berbagai lembaga di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Loading...

DomaiNesia

BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...