Ketika Aktivis Perempuan Edriana Menyelami Perairan Sumbar

Takjub dan Langsung Ikut Transplantasi Terumbu Karang

 

”Semoga tumbuh subur dan ikan-ikan makin banyak ya Allah,” ujar Edriana berkali-kali ketika meletakkan media transplantasi terumbu karang di kawasan Pulau Pagang, Minggu 6 Januari 2019. Ini adalah kali pertama Edriana menyelam, namun membuatnya jatuh cinta pada keindahan bawah laut Sumatera Barat.  

Edriana berangkat ke Pulau Pagang bersama Komunitas Selam Sumbar, Minangkabau Diver. Sejak awal berangkat dia sudah terpesona pada keindahan laut dan pulau yang ada di perairan Sumbar itu.

Selama ini Edriana mengenal laut hanya di permukaan saja. Kali ini dia menikmati langsung pesona keindahan bawah laut Sumbar. “Sungguh indah. Saya tidak menduga betapa indahnya akan rahmat yang diberikan untuk masyarakat kita,” ucapnya.

Perempuan asal Pandai Sikek, Tanah Datar ini sejatinya bukanlah penyelam, bahkan baru pertama kali melakukan penyelaman. Namun tidak tanggung-tanggung, dia langsung menyelam hingga di kedalaman 6,5 meter.

Tak sekadar menyelam, dia juga ikut melakukan transplantasi terumbu karang dengan media yang berbentuk sepeda dan besi mirip kandang ayam.

Bibirnya tidak berhenti bergumam, sesekali terdengar lirih panji doa, agar apa yang ditanamkan menjadi buah manis bagi ikan, dan berdampak baik bagi nelayan dan wisatawan.

”Semoga tumbuh subur dan ikan-ikan makin banyak ya Allah,” ucap Edriana saat itu.

Media transplantasi terumbung karang siap dilarung ke laut kedalaman tujuh meter, tepatnya sisi kanan bila menghadap dari Pulau Pagang. Ia pun mengenakan weitsuit (baju selam), bouyancy control device (bcd) atau pelampung selam serta peralatan kebutuhan selam lainnya.

Tanhar, 32, penyelam dari Minangkabau Diver mengatakan, ia bersama tim sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan Edriana. Menurutnya, ia salah satu dari sosok perempuan inspiratif Minangkabau.

Menurutnya, apa yang dilakukan pendiri Women Research Institute (WRI) itu salah satu bukti bahwa dirinya kuat bak karang, sebab terumbu karang merupakan rumah bagi ikan-ikan dan habitat yang berada dalam laut. Terumbu karang dan penyelam mengajarkan banyak hal dan tentunya ada makna tersendiri bagi Edriana.

Mabruri Tanjung, 35, instruktur selam dari Minangkabau Diver mengatakan, Pagang merupakan kawasan perairan yang tenang. Tempat dimana banyak orang memanjakan mata untuk melihat ikan-ikan dan terumbu karang, baik melalui snorkeling, dan diving.

Dia berharap isu lingkungan pesisir dan laut menjadi salah satu isu yang perlu diperhatikan, dan memerlukan suara untuk diselamatkan. Apa yang telah dilakukan Edriana secara langsung dengan melakukan transplantasi karang, wujud bahwa upaya menyelamatkan terumbu karang dan ekositem.

“Sudah dibuktikan oleh buk Edriana yang akan melangkah ke Senayan, dan kita berharap upaya penyelamatan ekosistem perairan laut sumbar terus berkelanjutan,” pungkasnya.

(Hijrah Adi Sukrial)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...