Kota PadangRagam

Fase Krusial Armuzna, Jemaah Haji Kloter 14 Padang Mantapkan Hati Sebelum Wukuf

79
×

Fase Krusial Armuzna, Jemaah Haji Kloter 14 Padang Mantapkan Hati Sebelum Wukuf

Sebarkan artikel ini

Makkah – Suasana haru menyelimuti salah satu hotel di kawasan Aziziyah, Makkah, saat ratusan jemaah haji Kloter 14 Embarkasi Padang mengikuti bimbingan rohani, Minggu (24/5/2026).

Menjelang keberangkatan menuju Padang Arafah untuk memulai fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), para jemaah tampak larut dalam doa dan isak tangis, menyadari bahwa puncak perjalanan spiritual seumur hidup mereka telah tiba.

Di dalam ruangan, kesibukan tampak kontras dengan keheningan batin. Sebagian jemaah terlihat teliti melipat kain ihram, sementara yang lain melantunkan zikir dengan suara lirih. Tatapan mata mereka seolah menerawang jauh, membayangkan momen saat berdiri di hamparan Arafah bersama jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.

Pembimbing Ibadah Kloter 14, Tri Andriani Djusair, memecah keheningan dengan pesan yang menyentuh kalbu. “Armuzna bukan sekadar perjalanan fisik. Di sanalah kita mengetuk pintu langit,” ujarnya.

Kalimat tersebut seketika membuat suasana menjadi syahdu, memicu air mata para jemaah yang tak terbendung.

Bagi mereka, Arafah adalah tempat untuk menanggalkan segala atribut duniawi, jabatan, dan gelar, demi menghadap Sang Pencipta dalam kesetaraan yang mutlak.

Tri Andriani menekankan bahwa Wukuf di Arafah adalah momentum paling sakral. “Di Padang Arafah nanti, jutaan manusia berkumpul dengan pakaian yang sama. Memohon ampun dengan air mata penyesalan, mengetuk pintu langit dengan doa terbaik,” tuturnya dengan suara bergetar.

Sebelum bus penjemput tiba, fokus utama bimbingan diarahkan pada penyucian batin. Jemaah dipandu melafazkan istighfar, syahadat, selawat, dan zikir secara berjamaah.

Langkah ini diambil agar beban dosa masa lalu tidak menjadi penghalang bagi terkabulnya doa-doa mereka di Arafah. “Bersihkan hati sebelum melafazkan niat. Jangan hanya tubuh yang bersih, tetapi hati juga harus lapang dan ikhlas,” pesan Tri Andriani.

Dalam sesi tersebut, edukasi inklusif juga diberikan kepada jemaah perempuan yang sedang mengalami uzur syar’i.

Tri Andriani menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi esensi ibadah haji mereka. Mereka tetap dapat berniat dari hotel, meski tidak diperkenankan melaksanakan salat dan tawaf.

Begitu lafaz “Labbaikallahumma labbaik” bergema, atmosfer ruangan berubah drastis. Peringatan mengenai larangan ihram pun ditegaskan kembali. Jemaah diminta menjaga lisan dari perkataan kotor (rafath), menjauhi maksiat (fusuq), dan menghindari pertengkaran (jidal).

Petugas juga mengimbau agar jemaah saling menjaga, terutama bagi mereka yang lanjut usia. Dengan hati yang telah tertata dan niat yang mantap, jemaah Kloter 14 Padang kini siap melangkah menuju Arafah, membawa harapan besar untuk meraih haji yang mabrur.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.