Ketua DPRD Sumbar Terima Reward AMP KI, Supardi : Terbuka Itu Menarik

Padang – Ketua DPRD Sumbar Supardi selaku penerima Reward Achievement Motivation Person (AMP) yang diantarkan langsung oleh Komisi Informasi Publik Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 25 November tidak bisa hadir karena bertepatan dengan penetapan APBD Sumbar.

Sehingga dalam dilematis ia memilih memimpin paripurna untuk kepentingan rakyat, ketimbang menerima penghargaan pribadi tersebut.

Menghargai keputusan tersebut, Ketua KI Nofal Wiska dan Wakil Ketua Adrian Tuswandi, bersedia mengantar langsung Reward keterbukaan tersebut pada Supardi pada Senin, 30 November 2020 diruangan ketua DPRD Sumbar.

Ketua KI Provinsi Sumbar Nofal Wiska mengatakan, kelayakan ketua DPRD Sumbar menerima AMP sudah diuji berulang-ulang oleh tim independent, bahkan oleh publik.

“Pak Supardi sebagai personal dan sebagai pimpinan DPRD Sumbar memang amat layak menerima penghargaan keterbukaan, ini diberikan karena penilaian tim dan nasukan dari masyarakat, bahkan disaat puncak acara penyerahan anugrah beliau tidak bisa hadir karena memimpin paripurna penetapan APBD Sumbar untuk kepentingan masyarakat, dan penuh keterbukaan dengan semua sistem administrasinya,” kata Noval Wiska.

Wakil ketua Adrian Tuswandi juga mengatakan hal yang sama, dimana Supardi merupakan sosok amat terbuka dalam segala hal tentunya yang berkaitan dengan kebutuhan informasi yang tidak dikecualikan.

“Apa saja yang berkaitan dengan informasi publik, jika ditanyakan pada pak Supardi pasti akan ia jawab, baik masalah anggaran, perda atau lainnya, asalkan informasi yang tidak dikecualikan,” terangnya.

Keterbukaan Supardi bukan hanya ketika ia jadi pimpinan DPRD Sumbar, tetapi juga saat masih menjadi anggota DPRD periode sebelumnya.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, amat berterimakasih pada Komisi Infomasi Publik Provinsi Sumatera Barat, karena memilih dirinya sebagai salah seorang penerima penghargaan.

“Saya merasa berterimakasih pada KI Provinsi Sumbar, meskipun secara pribadi saya masih merasa belum layak menerima ini, namun publik menilai berbeda, ini akan menjadikan motivasi bagi saya untuk terus terbuka dan mendukung serta meningkatkan keterbukaan dalam masa kemasa,” ucap Supardi.

Supardi juga meminta, pada badan publik lainnya agar lebih terbuka, khususnya dalam penggunaan anggaran negara serta dalam menjabarkan aturan yang ada.

“Terbuka itu indah dan menarik, juga merupakan jati diri kita, sesuai dengan amanah agama dan undang-undang, sehingga tidak menimbulkan sakwasangka,” jelasnya.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...