Kredivo Raih Pendanaan Seri C Mencapai 90 Juta Dolar AS

Jakarta – Kredivo meraih pendanaan ekuitas Seri C mencapai 90 juta Dolar AS. Perusahaan yang bernama FinAccel itu akan menggunakan dana segar tersebut untuk memperluas bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pendanaan ini dipimpin Asia Growth Fund yang merupakan perusahaan joint venture antara Mirae Asset, Naver, serta Square Peg. Aksi korporasi tersebut meningkatkan total modal yang dihimpun perusahaan selama 2019 hingga mencapai lebih dari 200 juta dolar AS dalam bentuk lini kredit dan ekuitas. Dana dalam bentuk lini kredit berasal dari konsorsium pemberi pinjaman termasuk bank dan credit fund.

Putaran pendanaan Seri C yang telah selesai itu diyakini semakin mendorong momentum pertumbuhan Kredivo. Perlu diketahui, nilai transaksi platform tersebut tumbuh lebih dari 300 persen per tahun dengan kualitas metrik risiko setara bank.

Lebih lanjut, FinAccel berencana memanfaatkan pendanaan tersebut untuk melipatgandakan pertumbuhan, merekrut Sumber Daya Manusia (SDM). Sekaligus memperluas jangkauan layanan keuangan yang didedikasikan untuk menciptakan generasi cerdas secara finansial di Indonesia juga Asia Tenggara.

CEO FinAccel Akshay Garg menyebutkan, investor lain yang berpartisipasi dalam penggalangan dana Seri C yang melebih target (oversubscribed) ini termasuk Singtel Innov8, TMI (Telkomsel Indonesia), Cathay Innovation, Kejora Intervest, Mirae Asset Securities, Reinventure, dan DST Partners.

“Kami menyambut gembira bergabungnya Mirae Asset dan Naver di babak baru pertumbuhan kami,” kata dia melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id pada Kamis 5 Desember 2019.

Keahlian entrepreneurial yang mendalam dari kedua perusahaan di bidang layanan keuangan dan consumer internet, jelasnya, memberikan dampak krusial bagi bisnis Kredivo yang berkecimpung di kedua ranah tersebut. “Kami juga sangat senang dengan adanya kesamaan visi antara FinAccel dengan para investor yaitu membangun layanan keuangan yang cepat, terjangkau, serta mudah diakses oleh jutaan pelanggan di kawasan Asia Tenggara,” tutur Akshay.

Sejalan tujuan pemerintah Indonesia meningkatkan akses layanan keuangan ke kelas menengah yang berkembang pesat di Indonesia, FinAccel bertujuan melayani 10 juta pengguna dalam beberapa tahun ke depan melalui Kredivo dan layanan keuangan lainnya.

Sementara, rencana jangka pendek mencakup peluncuran pinjaman berbunga rendah untuk pendidikan, layanan kesehatan, keuangan Syariah, serta kolaborasi dengan perbankan.

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...