Agam – Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, kini tengah bersiap menyongsong era tata kelola pemerintahan berbasis data.
Sebanyak 21 mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) diterjunkan langsung untuk merealisasikan visi tersebut melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertema “Pemetaan Wilayah dan Sistem Informasi.”
Program ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi perencanaan pembangunan nagari yang lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arfin Dt. Parpatiah menyambut antusias kedatangan para mahasiswa dan menggarisbawahi urgensi data wilayah yang akurat.
“Pemetaan wilayah dan sistem informasi sangat dibutuhkan untuk mendukung perencanaan, pelayanan publik, dan pengambilan kebijakan di tingkat nagari,” tegasnya.
Ia berharap, kehadiran mahasiswa KKN dapat menghasilkan data yang terstruktur dan mudah diakses, sehingga mempermudah pengelolaan nagari.
Tim KKN UNAND, yang diketuai oleh Zaky Satria, akan fokus pada pendataan dan pemetaan wilayah secara komprehensif.
Mereka akan menginventarisasi kondisi geografis, sebaran fasilitas umum, potensi nagari, serta data sosial dasar masyarakat.
Data yang terkumpul kemudian akan diolah menjadi sistem informasi nagari yang diharapkan menjadi referensi utama bagi pemerintah nagari dalam merancang program pembangunan yang tepat sasaran.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menyusun data dan informasi wilayah secara terstruktur. Hasil pendataan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi awal dalam pengelolaan data nagari serta mendukung perencanaan program ke depan,” jelas Zaky Satria.
Lebih dari sekadar pengabdian masyarakat, KKN ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah.
Mereka dapat berlatih memanfaatkan data, teknologi informasi, dan komunikasi pembangunan untuk mengatasi tantangan riil di wilayah perdesaan.
Pemerintah Nagari Pasia Laweh berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran program KKN ini.
Mereka membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya agar hasil pemetaan dan sistem informasi yang dikembangkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, bahkan setelah masa KKN berakhir.
Diharapkan, sinergi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat akan memperkuat tata kelola nagari berbasis data, sehingga mendorong pembangunan yang lebih terencana dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan penuh dari pemerintah nagari, program KKN UNAND di Nagari Pasia Laweh optimistis dapat menghadirkan transformasi signifikan dalam pengelolaan data dan perencanaan pembangunan nagari.
Langkah ini menandai komitmen UNAND dalam berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kehadiran mahasiswa KKN ini bukan hanya sebatas wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan juga investasi jangka panjang bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Nagari Pasia Laweh.






