Pemkab Tanah Datar Lanjutkan Status Vaksin Measles Rubella Mubah

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Setelah sempat dihentikan beberapa waktu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar akhirnya menyatakan pelaksanaan vaksinasi Measles Rubella (MR) akan tetap dilanjutkan.

“Pemkab memutuskan tetap melanjutkan vaksinasi ini. Dan ini juga berdasarkan kesepakatan bersama stakeholder terkait, MUI Tanah Datar, perwakilan UNICEF wilayah Sumbar serta Kementrian Agama Kabupaten Tanah Datar,” kata Ketua Bidang Fatwa dan Hukum MUI Tanah Datar Arif kepada awak media, Kamis (30/8/2018) usai rapat pembahasan di Aula Sekretaris Daerah Pemkab Tanah Datar.

Dikatakan Arif, keputusan ini juga mengacu kepada surat edaran (SE) dengan telah ditandatanganinya oleh Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi.

Dalam pertemuan tersebut, kata Arif, MUI Tanah Datar menyampaikan fatwa MUI nomor 33 tahun 2018 tentang penggunaan vaksin Measles Rubella atau MR produk dari Serum Institute of India atau SII dengan ketentuan hukum penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram.

“Tapi, untuk saat ini berdasarkan kondisi saat ini, dan berdasarkan keterangan ahli yang berkompeten, dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum ada vaksin yang halal, maka penggunaaan vaksin MR produk dari Serum Institue of India saat ini dibolehkan (mubah),” jelas Arif.

Namun, lanjut Kabid Fatwa dan Hukum MUI Tanah Datar ini, kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud, tidak berlaku jika ditemukan adanya nanti vaksin halal dan suci.

“Jadi sifat dari penggunaan vaksin ini mubah, jadi tidak boleh dipaksakan dalam pelaksanaanya nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Bina Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tanah Datar Edward menyebutkan, dari data Dinas Kesehatan Tanah Datar pada tahun 2017, dari 17 anak yang terindikasi, 10 anak dinyatakan positif Rubella.

Untuk tahun 2018 ini lanjutnya, dari 20 anak yang diambil sampelnya, 18 anak positif Rubella dan sisanya mengalami campak.

“Pengambilan sampel yang dilakukan oleh dinas kesehatan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan di beberapa Puskesmas terhadap pasien campak. Kemudian, seluruh sampel yang diambil tersebut dikirim ke Jakarta untuk diteliti lebih lanjut dan hasilnya dinyatakan positif Rubella,” kata Edward.

[Ddy]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...