
SOLOK, KABARSUMBAR – Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, menuntut orang tua untuk benar-benar memperhatikan tumbuh kembangnya anak. Bahkan, tidak ada pilihan lain selain harus menjadi figur teladan utama dan pertama bagi anak dalam rangka membangun karakter yang baik.
Walikota Solok Zul Elfian mengatakan pendidikan harus dimulai sejak usia dini karena pihak paling bertanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membesarkan anak-anak menjadi generasi yang tangguh adalah orang tua.
Dikatakannya, Orang tua adalah pihak paling dekat dengan anak sehingga kebiasaan dan segala tingkah laku yang terbentuk dalam keluarga menjadi contoh dan dengan mudah ditiru anak. Selama dua tahun terakhir Kota Solok fokus menciptakan generasi muda yang berkualitas.
”Oleh karena itu, sebaiknya orang tua sungguh-sungguh memberikan perhatian bagi anak-anak jika ingin melihat mereka tumbuh menjadi generasi kuat dan berkualitas. Baik dari sisi kecerdasan intelektual maupun dalam sikap dan tingkah laku, bekerjasama dengan guru disekolah, Paud, dan tempat anak-anaknya mengaji,” katanya.
Menurut Walikota, saat ini kondisi sosial masyarakat telah bergeser dengan gaya hidup yang berkembang menjadi lebih hedonistik (mengikuti nafsu duniawi) dan materialistik (harta dan benda). Untuk itu perlu peran dan keberadaan institusi keluarga dalam mengembangkan prilaku anak kedepannya.
Disisin lain, seharusnya masyarakat juga dapat berperan menjadi tempat pendidikan bagi anak. Namun, kondisi masyarakat dewasa ini belum dapat dijadikan tumpuan bagi pembentukan karakter anak. Karena justru dari lingkungan di luar keluarga, anak-anak sering kali mendapat perlakukan dan pengaruh yang buruk. “Ini karena pandangan hidup yang individualistik menyebabkan masyarakat saling tidak peduli antara satu dengan lainnya,” tuturnya.
Dengan demikian kata dia, dalam mendidik dan mengasuh orang tua harus memiliki kemampuan dan kemauan yang kuat agar anak dapat menjadi generasi seperti yang diharapkan karena di sisi lain, pengaruh dari lingkungan sekitar kurang kondusif turut mewarnai karakternya.
Apalagi, pengaruh media cetak dan elektronik yang kini makin marak memperlihatkan tontonan dan berita sarat adegan kekerasan, hura-hura serta pergaulan bebas, memberi dampak buruk pada pola pikir dan sikap anak. Sementara pemerintah pun selalu berupaya tegas untuk menangani permasalahan sosial tersebut sehingga arus gaya hidup yang destruktif dapat dibendung.
“Benteng bagi anak adalah keluarga dan orang tua. Mereka adalah pelindung sekaligus pendidik yang melahirkan barisan generasi berkualitas,” kata dia.
Pemerintah terus berupaya membantu masalah sosial masyarakat, dengan berbagai program yang ada, terkait masalah muda mudi di seluruh tingkat sekolah, madrasah, universitas, program-progaram ekstrakulikuler, maupun oraganisasi kepemudaan. Sehingga generasi muda memiliki aktivitas yang bermanfaat, ketika berada di lingkungan luar keluarganya,” katanya.
Mulai memudarnya semangat kebangsaan dan jiwa patriotis pada generasi muda khususnya di kalangan siswa dan mahasiswa serta organisasi kepemudaan akibat dari berkembang dan bertransformasinya budaya dan arus informasi yang sulit dibendung. Menurut Walikota Solok Zul Elfian, hal tersebut memberikan andil besar dalam proses terjadinya dekadensi moral, terlebih kepada kalangan anak-anak dan remaja, selain itu budaya kekerasan dan pornografi telah masuk ke dalam ruang keluarga melalui teknologi elektronik seperti internet dan sebagainya.
“Sangat nampak seperti ada kecenderungan yang telah terjadi menyebabkan penurunan semangat kebangsaan dan jiwa patriotis di kalangan muda saat ini. Indikasinya, mereka lebih hafal lagu-lagu Barat, ketimbang lagu-lagu perjuangan atau lagu ibu mereka (lagu daerah), sejarah perjuangan bangsanya juga nyaris dilupakan, termasuk penghargaan terhadap para pejuang,” kata Walikota Solok.
Tentu untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan jiwa patriotis pada generasi muda khususnya di kalangan siswa, di era milenium ketiga dan di saat dunia semakin tidak berjarak dan mengglobal, transformasi budaya global serta arus informasi yang cukup tinggi ini. Telah memberikan dampak yang sangat besar dalam proses terjadinya dekadensi moral.
Zul Elfian mengatakan bahwa pembinaan moral adalah proses pendidikan yang jauh lebih sulit daripada pendidikan bidang studi lain. Hal ini karena pembinaan moral menyangkut sikap, tata nilai, dan penghargaan yang harus termanifestasi dalam budi pekerti dan tingkah laku yang baik. Di sisi lain, faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi pembentukan pribadi, karena, pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial yang sangat dipengaruhi oleh kehidupan sekelilingnya.
Menurutnya, hal ini tak terlepas dari peran serta tanggung jawab, dan rasa kebersamaan. Terutama peran para orang tua dirumah, guru disekolah, serta pemerintah dan pihak-pihak lainya, dimana akbatnya, kalangan muda-mudi menjadi keras kepala, dan labil jika diberikan nasehat, mengenai arti dari perjuangan dan semangat nasionalisme, sehingga menjadi pekerjaan yang harus mencakup seluruh sektor pemerintah dan masyarakat, tiap kali menangani persoalan generasi muda.
Program pembangunan di Kota Solok, harus menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penilaian untuk keberhasilan program yang berkaitan dengan pembangunan, keagamaan, norma adat isitiadat, dapat dilihat dari keberhasilan progra itu menyentuh dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Solok, sejak dipimpin Zul Elfian mengedepankan program Kota Beras Serambi Madinah yang berunsur agama.
“Tidak hanya program yang berkaitan dengan keagamaan atau ada istiadat, program-program yang lainya juga harus dibagun dari hal-hal yang kecil yang harus diperhatikan oleh segenap jajaran pemerintah, mulailah dari hal yang kecil, selesaikan pekerjaan yang satu, barulah kerjakaan yang lainya,”tegas Walikota.
Selain program-program keagaman, program untuk melahirkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing, Pemko Solok juga memiliki Program GenRe (Generasi Berencana) merupakan program peningkatan kualitas remaja yang menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter serta bertakwa. Wakil Walikota Solok Reinier, berharap melalui program Genre remaja di Kota Solok bersikap dan berperilaku positif baik di sekolah, kampus maupun masyarakat.
“GenRe merupakan program pengembagan bagi remaja, sehingga dalam kehidupan bermasyarakat, dapat siap menjalani, mulai dari sekolah, bekerja, menikah hingga memiliki keluarga besar, didalam program inilah remaja mendapat ilmu untuk menghadapi hal tersebut,” kata Wawako Solok Reinier.
Sebagai daerah perlintasan, peredaran narkoba jadi perhatian Pemerintah Kota Solok karena potensi itu sangat besar. Beberapa upaya yang telah dilakukan selain melakukan tindakan-tindakan hukum juga telah dilakukan tindakan preventif, diantaranya melakukan test urin di jajaran Pemko mulai dari supir maupun pimpinan SKPD serta seluruh pegawai. Kemudian pencegahan dini juga kepada anak-anak di SLTP dan SLTA dengan melakukan test sample rambut yang akan dilakukan secara periodik sekali empat bulan. Dengan harapan bisa mempersempit ruang bagi generasi muda untuk terjebak dengan bahaya narkoba.
Ibaratkan sebuah rumah, dimana seorang anak mendapatkan kenyamanan dan perlindungan dari kedua orang tua. Dengan berhasilnya Kota Solok memperoleh penghargaan Kota Layak Anak (KLA) selama dua tahun terakhir. Membuktikan Kota Solok yang berjuluk Kota Beras Serambi Madinah adalah sebuah rumah yang cocok bagi anak untuk mendapatkan hak dan perlindungan. KLA adalah program yang berbasis pada hak anak, baik dalam kebijakan, program, kegiatan, secara menyeluruh dan terencana, menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.
“KLA bukan sekedar program, tapi sebuah pergerakan bersama yang harus dilakukan semua pihak, demi mewujudkanya. Dengan berhasil diraihnya penghargaan ini, maka Pemko Solok mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak terkait, terutama masyarakat Kota Solok,”kata Zul Elfian.
Zul Elfian menambahkan anak-anak adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dimasa yang akan datang, generasi penerus bangsa, melalui program KLA dapat menghasilkan kualitas anak dapat memenuhi kebutuhan daerah. “Demi tercapainya pembangunan yang maksimal, sistem KLA, bertujuan menjadikan hidup lebih sehat, pendidikan yang berkualitas, perlindungan, penanggulangan serta prinsip-prinsip yang bergerak menciptakan situasi dan kondisi yang layak bagi anak,” kata Zul Elfian. Dengan berhasil diraihnya penghargaan ini, Walikota menegaskan pihaknya akan terus berupaya menjadikan Kota Solok benar-benar layak bagi anak.
KLA adalah kabupaten dan kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah. Masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak. Zul Elfian menjelaskan dalam mewujudkan KLA telah tersedia indikator yang harus dipenuhi, namun dalam memenuhi indikator tersebut, dilapangan masih sering ditemukan persoalan. Sehingga Walikota Solok berharap kedepanya seluruh pihak terutapa OPD terkait untuk mengawasi berjalanya program KLA dengan lebih keras lagi.
Bahkan, Kota Solok menjadikan program tersebut prioritas, dikarenakan anak merupakan investasi sumber daya manusia. KLA akan lebih dijalankan lebih efektif dengan lebih menguatkan sinergitas antara perangkat daerah, masyarakat dan seluruh stakeholder terkait. ”Kerjasama dan hubungan baik yang telah terjalin, kedepanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” kata Zul Elfian.
Selain itu juga disediakan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) atau Taman bermain anak di Taman Syekh Kukut, taman kota atau ruang terbuka hijau, taman pulau belibis, taman pramuka ampang kualo, taman bidadari adanya rute aman disekolah. Kesehatan dasar dan kesejahteraan Persalinan dengan Faskes Prevalensi gizi. Ruang asi di tempat-tempat umum seperti di pasar raya dan puskesmas. Program PMBA dan PMTAS bagi anak sekolah, tempat kreatifitas anak baik tari, musik, dan kreatifitas lainya.
Perlindungan khusus korban kekerasan dan eksploitasi, penyandang disabilitas, dan ABH anak berhadapan dengan hukum. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan dan budaya Paud. Sekolah bagi anak berkebutuhan khusus Sekolah Ramah Anak (SRA), sekolah TK SD SMP yang sudah menuju SRA Pusat kreatifitas anak Dewasa ini peran serta perempuan (wanita) sangatlah dibutuhkan di dalam setiap aspek dan kehidupan bangsa dan bernegara, sehingga mengakibatkan eksisnya berbagai macam bentuk tantangan dan peluang bagi perempuan saat ini, untuk berkreasi dan berinovasi didalam pengembangan diri, berkenaan dengan semangat.
“Anak merupakan masa depan bangsa dan penerus generasi cita-cita bangsa, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan mempunyai hak-hak atas perlindungan dari tindakan kekerasan,”katanya.
Anak merupakan SDM yang penting dimasa yang akan datang, generasi penerus bangsa, melalui KLA ini diharapkan dapat menghasilkan kualitas SDM yang dapat memenuhi kebutuhan daerah. “Demi tercapainya pembangunan yang maksimal, sistem KLA, bertujuan menjadikan hidup lebih sehat, pendidikan yang berkualitas, perlindungan, penanggulangan serta prinsip-prinsip yang bergerak menciptakan situasi dan kondisi yang layak bagi anak, yang tentu akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang baik, ” katanya.
Untuk itu diperlukan komitmen Pemko Solok dalam memenuhi hak – hak anak dan melindungi dari berbagai tindak kekerasan, diskriminasi serta eksploitasi. Dalam rangka mewujudkan KLA telah tersedia indikator yang harus dipenuhi, namun dalam memenuhi indikator tersebut, dilapangan masih sering ditemukan persoalan. Sehingga kedepanya seluruh pihak terutama OPD terkait untuk mengawasi berjalanya program KLA dengan lebih gigih lagi.
Untuk menjadi motivasi bagi Pemko dan seluruh masyarakat Kota Solok, agar lebih peduli terhadap generasi penerus bangsa, dengan memberikan perhatian, membangun lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak, ramah dengan berbagai fasilitas ruang bagi anak, pendidikan yang layak, serta kesehatan yang memadai. Hal tersebut dapat diraih dengan mudah dan cepat, jika didorong oleh partisipatif masyarakat Kota Solok.
(Rustam)





