Pisang Kepok Tanjung Selayo Akan Rambah Market Internasional

Solok – Dinilai sudah memenuhi standar ekspor, Kelompok tani Serba Usaha di Jorong Lurah Nan Tigo, Nagari Selayo, berhasil mengembangkan jenis pisang kepok tanpa jantung.

Bermodalkan pisang kepok tanpa jantung (Tanjung) tersebut,Nagari Selayo,Kecamatan Kubung,Kabupaten Solok kembali menyita perhatian pemerintah Pusat.

Kamis 6 Januari 2020 dilakukan panen perdana pisang kepok yang dihadiri Bupati Solok, Gusmal,Direktur buah dan Florikultura, Direktorat Jendral Holtikultura, Kementrian Pertanian, Dr. Liferdi Lukman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan.

Gusmal menyampaikan, kawasan nagari Selayo dan Guguak Kabupaten Solok dari dulu memang dikenal sebagai daerah penghasil pisang terbaik.Namun sempat ditinggalkan lantaran penyakit pisang yang sempat melanda kawasan tersebut.

“Sejak beberapa waktu belakangan, dengan binaan Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, perkebunan pisang kembali bergairah.banyak petani yang kembali menanam pisang,kita ingin nantinya ada Roadmap kawasan komoditas pertanian di Kabupaten Solok sesuai dengan potensi daerah, misalnya Selayo dengan pisang dan durian, daerah lain dengan potensi tanaman pangan sehingga pengembangan pertanian bisa tersistem dan fokus,” sebut Gusmal.

Sementara itu, Direktur Tanaman Buah dan Florikultura Direktorat Jendral Holtikultura, Kementan, Dr Liferdi Lukman mengatakan, secara umum, wilayah Sumatera Barat dan khususnya Kabupaten Solok sangat cocok untuk pengembangan tanaman buah.

“Secara umum, Sumbar khususnya wilayah Solok sangat cocok untuk pengembangan tanaman buah, termasuk pisang ini, pisang kepok tanjung cukup adaptif khususnya Nagari Selayo. Untuk tahun ini Kementan memang sangat fokus ekspor dan produk pisang di Nagari Selayo berpeluang untuk di ekspor keluar negri.namun ada syarat yang harus dipenuhi agar eksportir mau mengakomodir produk yang dihasilkan,” ujar nya.

Syaratnya produk yang bisa di ekspor tersebut ada 3 yakni Kualitas, Kuantitas dan kontinuitas, semuanya harus terpenuhi sehingga produk yang dihasilkan bisa masuk pasar ekspor luar negri.

Pihaknya juga berjanji akan memprioritaskan pemasaran pisang kepok di Kabupaten Solok sepanjang memang dikembankan untuk kebutuhan ekspor, Tutup Liferdi.

Untuk panen perdana pisang kepok tanjung binaan Balitbu Tropika Sumani di Nagari Selayo, ada lebih kurang 1800 batang dengan luas areal penanamansekitar 1,5 hektar dan panen ini dilakukan setelah 10 bulan penanaman.

Fernandez

 

 

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...