Polda Sumbar Periksa Sejumlah Pihak Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Imbau Pelaksanaan Imlek Virtual. foto : internet

Padang – Dugaan terkait penyelewengan anggaran Covid-19 dalam pengadaan hand sanitizer oleh BPBD Sumatera Barat (Sumbar) telah di panggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan oleh Polda Sumbar pada Selasa, 2 Maret 2021.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar terus melakukan proses untuk pengumpulan barang bukti.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyebutkan, Tim khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) terus bekerja untuk mengusut dugaan potensi penyelewengan anggaran Covid-19 yang disebut mencapai Rp4,9 miliar tersebut.

“Tim khusus Ditreskrimsus masih bekerja melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut. Kami sudah lakukan pemanggilan terhadap sejumlah orang untuk dimintai keterangan. Namun, untuk nama-nama orang yang dipanggil, kami belum bisa menyebutkannya karena masih proses penyelidikan,” ujarnya kepada salah satu media pada Selasa, 2 Maret 2021.

Ia menyebutkan, tim penyidik telah bergerak setelah keluarnya Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) terkait dugaan penyelewengan dana Covid-19 Sumbar yang jadi temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) BPK RI Wilayah Sumbar tersebut, sert memastika jika tim menemukan unsur pidana, maka pihaknya akan segera menindaklanjuti perbuatan tersebut.

“Kami terus bekerja untuk mengungkap temuan ini. Jika ada unsur tindak pidananya, tentu akan diproses. Kapolda telah menginstruksikan tim ini untuk mengumpulkan berkas, kemudian mengkaji hasil temuan BPK yang memaparkan potensi kerugian keuangan negara hingga miliaran rupiah itu,” katanya menutup.

Sementara itu, Kejati Sumbar juga tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penyelewengan tersebut.

Kepala Kejati (Kajati) Anwarudin menyebutkan, pihaknya juga telah mulai melakukan pengumpulan data serta barang bukti, selagi melihat pengembangan dari pihak yang berwajib.

“Saat ini kasus tersebut sedang ditangani tim Pansus DPRD. Dari Kejati Sumbar sendiri, kami juga sedang melakukan pengumpulan data dan barang bukti. Nanti jika sudah ditemukan baik oleh tim pansus atau Polda atau Kejati, maka pastinya salah satu akan mundur. Saat ini, biar prosesnya berjalan dulu,” ucapnya lagi.

  • Bagikan