Polres Solok Kota Ungkap Perederan Uang Palsu Jutaan Rupiah

Konferensi pers Polres Solok Kota dalam mengungkap peredaran uang palsu, Senin 2 Juli 2018. Foto : Fernandez
Konferensi pers Polres Solok Kota dalam mengungkap peredaran uang palsu, Senin 2 Juli 2018. Foto : Fernandez

SOLOK, KABARSUMBAR – Polres Solok Kota, Senin (2/7/2018) mengungkap tindak pidana pemalsuan dan pengedaran uang palsu.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony setiawan mengatakan, kejadian ini terungkap pada Minggu (7/1/2018), dimana pelapor atas nama Ijal (34), pemilik sebuah warung melayani tersangka Febri (18) yang merupakan seorang pemuda pengangguran yang beralamat di Jorong Kampung Baru, Kelurahan Palaluar, Kecamatan Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung.

“Tersangka membeli sebungkus rokok dengan memberikan uang pecahan Rp 100 ribu. Pelapor awalnya tidak merasa curiga dengan uang tersebut, justru pelapor mengembalikan kembalian uang dari belanja tersangka yang membeli rokok diwarung pelapor tersebut,” kata Kapolres.

Selang beberapa waktu tersangka berlalu pergi, pelapor kembali mengecek ulang uang tersebut karena perbedaan warnanya buram dan kertasnya sangat berbeda dengan uang pecahan Rp 100 ribu uang dimiliki oleh pelapor.

“Karena merasa telah dirugikan oleh pelaku, maka pelapor langsung menghubungi pihak kepolisian Polres Solok Kota untuk melaporkan perihal tersebut,” jelas Kapolres.

Polisi langsung bergerak cepat, kemudian Minggu, polisi berhasil mengamankan empat pria yang diduga tersangka pelaku tindak pidana pemalsuan uang rupiah sekaligus mengedarkan uang rupiah palsu diantaranya Febri (18), Toby (20) ditangkap oleh petugas dikawasan Ampang Kualo Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan.

Lalu, berdasarkan pengakuan kedua tersangka tersebut, polisi langsung melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan dua tersangka lain yang tidak disangka masih dibawah umur yakni inisial  A (17) yang masih duduk dibangku SMK dan J (15) pemuda putus sekolah dirumah mereka masing masing, semua tersangka tindak pidana pemalsuan dan mengedarkan uang rupiah palsu ini berasal dari Kabupaten Sijunjung.

“Dari rumah pelaku petugas berhasil mengamankan satu unit komputer berikut dengan printernya, petugas juga menyita uang rupiah palsu dengan jumlah Rp16.900.000 dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu,” kata Kapolres.

Dari tangan tersangka, Febri dan Toby, petugas mengamankan uang palsu senilai Rp 500 ribu dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu.

“Berdasarkan pengakuan tersangka petugas juga mengantongi satu nama tersangka lain yakni Aidil yang sekarang masih diburu petugas. Di rumah DPO tersebut petugas berhasil mengamankan uang rupiah palsu senilai Rp 1 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu. Jadi total uang rupiah palsu yang berhasil diamankan petugas senilai Rp 18.400.000,” ujar Kapolres.

Selain itu, berdasarkan pengakuan yang diperoleh dari tersangka lain, A (17), termotivasi karena cerita temannya yang telah lebih dahulu mencetak uang palsu dan mengedarkannya sehingga tersangka tertarik untuk mencoba mencetak uang palsu tersebut, serta kemudian bersama teman-temannya mengedarkan uang palsu tersebut.

“Tersangka ini sudah mengedarkan uang rupiah palsu ini pada sejumlah tempat diantaranya kawasan Sungai Lasi, Kabupaten Solok dan kawasan Ampang Kualo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok,” kata Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka terancam dijerat dengan Pasal 36 ayat 3 uu nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dan pasal 244 KUHP dengan ancaman 15 tahun Penjara.

“Saat ini semua tersangka dan barang bukti telah diamankan di mapolres Solok Kota dan satu tersangka lainnya masih DPO dan diburu petugas,” pungkas Kapolres.

[Fernandez]