PADANG, KABAR SUMBAR – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebut pelajar Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) membantu menjaga di perlintasan kereta api, terutama di perlintasan kereta api yang ada di dekat sekolahnya.
Menurutnya pelajar sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas harus diikutsertakan untuk menjaga. Terkhusus di sekolah yang melewati atau dekat dengan perlintasan sebidang.
Bantuan pelajar tersebut, katanya di Padang, Selasa (6/8) dibutuhkan karena maraknya perlintasan kereta api sebidang yang liar di Sumatera Barat, ataupun perlintasan sebidang yang tidak memiliki penjagaan meskipun sudah memiliki palang.
“Angka kecelakaan di perlintasan kereta api Sumbar cukup tinggi, tahun ini saja sudah ada tujuh orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan di perlintasan KA. Tapi ini semua dikembalikan lagi ke pihak sekolah,” ujar Nasrul Abit usai kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api.
Oleh karena itu pihaknya meminta PT KAI membagikan jadwal perjalanan kereta api ke sekolah dan masyarakat supaya jadwal piket bisa disusun pelajar dan pemuda.
Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumbar, tercatat sebanyak 325 titik perlintasan sebidang di provinsi itu. Dari jumlah itu hanya 22 yang merupakan perlintasan resmi dan memiliki penjaga.
Perlintasan tidak resmi tetapi memiliki plang, dan tidak memiliki penjaga sebanyak 25 titik, dan 278 titik perlintasan liar tanpa plang dan tanpa penjaga.
“Perlintasan liar cukup banyak, tidak mungkin hanya mengandalkan personel PT KAI saja. Kita butuh bantuan masyarakat, terlebih lagi reaktivasi jalur kereta apidi Sumbar telah dilakukan secara bertahap, seperti dari Pulau Air menuju Stasiun Simpang Haru, Padang,” ujarnya lagi.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi mengingatkan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
“Terhadap perlintasan sebidang liar, pemerintah akan tegas melakukan penutupan secara bertahap,” tambahnya.






